Targetberita.co.id Jakarta, Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) terus memperkuat kualifikasi personel udaranya.
Terbaru, Senin (6/4/2026), seorang perwira penerbang dari Wing Udara 3 sukses menuntaskan program pengalihan jenis pesawat (konversi) untuk mengoperasikan helikopter Bell 412.
Latihan intensif ini berlangsung selama satu bulan penuh di Skuadron 400 Wing Udara 2 Juanda, Sidoarjo.
Program tersebut dirancang untuk mencetak pilot pendamping (co-pilot) yang andal dalam mengawaki salah satu alat utama sistem persenjataan (alutsista) andalan TNI AL.
Selama masa penggemblengan, perwira muda Letda Laut (P) Kukuh Putra Bahari melewati berbagai tahapan berat.
Materi yang diberikan tidak hanya sebatas teori di kelas, tetapi juga mencakup simulasi tingkat tinggi hingga latihan terbang riil di angkasa.
Fokus utamanya adalah penguasaan karakteristik teknis pesawat serta prosedur keselamatan penerbangan yang ketat.
Instruktur latihan, Letkol Laut (P) Hadi Priyono, menjelaskan bahwa latihan ini sangat krusial untuk menguji nyali dan skill penerbang.
“Pelatihan ini mencakup materi teori, penggunaan alat simulasi (simulator), hingga latihan terbang langsung di angkasa,” ujar Hadi, dikutip dari keterangan Dispen Puspenerbal, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, porsi latihan yang intens sengaja diberikan untuk memastikan kesiapan dan profesionalisme penerbang dalam mengoperasikan alutsista udara.
“Kami membekali mereka dengan pemahaman komprehensif mengenai karakteristik teknis helikopter serta prosedur keselamatan yang sangat ketat,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menekankan aspek koordinasi di dalam ruang kemudi (cockpit) menjadi kunci utama dalam pelatihan ini. Setiap tahapan pun dievaluasi secara mendalam untuk memastikan standar profesionalisme prajurit tetap terjaga selama misi berlangsung. “Kemampuan koordinasi tim di atas pesawat adalah segalanya,” tegas Hadi.
Helikopter Bell 412 merupakan alutsista kelas dunia yang menjadi tulang punggung kekuatan udara TNI AL.
Sebagai pengembangan dari seri legendaris Bell 212, helikopter ini memiliki ciri khas pada sistem empat bilah baling-baling utama (four-bladed rotor) yang terbuat dari bahan komposit.
Desain ini tidak hanya memberikan kestabilan lebih tinggi saat mengudara, tetapi juga menghasilkan tingkat kebisingan yang lebih rendah dibandingkan model pendahulunya.
Dapur pacu Bell 412 ditenagai oleh dua mesin Pratt & Whitney Canada PT6T-3D Twin-Pac. Keberadaan mesin ganda ini memberikan faktor keamanan ekstra; jika salah satu mesin mengalami kendala teknis, mesin lainnya tetap sanggup menjaga helikopter tetap terbang dengan aman.
Dengan kabin yang luas, helikopter ini mampu mengangkut hingga 13 penumpang, menjadikannya sangat fleksibel untuk berbagai misi mulai dari angkut personel, pengiriman logistik, evakuasi medis, hingga operasi pencarian dan penyelamatan (SAR).
Di lingkungan TNI AL, Bell 412 dikenal sangat andal untuk operasi di atas kapal perang. Kemampuannya untuk lepas landas dan mendarat di dek kapal yang terbatas menjadikannya unsur vital dalam pengawasan maritim.
Selain tangguh menghadapi berbagai kondisi cuaca ekstrem, helikopter ini juga dikenal memiliki biaya perawatan yang efisien dengan daya tahan operasional yang sangat tinggi.
(Ricko)













