logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkini

Said Didu: Prabowo Terkhianati Orang Dalam, Saatnya Koreksi Total Kabinet & Program MBG

77
×

Said Didu: Prabowo Terkhianati Orang Dalam, Saatnya Koreksi Total Kabinet & Program MBG

Sebarkan artikel ini

Tagetberita.co.id Jakarta, Pengamat kebijakan publik Said Didu menyampaikan keprihatinannya atas kondisi pemerintahan Prabowo Subianto. Menurut informasi yang ia terima, Presiden Prabowo sangat terpukul karena merasa dikhianati orang-orang kepercayaannya sendiri.

“Saya dapat info betul bahwa Prabowo betul-betul merasa sakit hati karena dikhianati orang yang dia percayai. Sampai orang yang beritahu saya itu menitikkan air mata. Ternyata orang yang dibesarkan, yang dianggap bisa dipercaya, tidak lepas dari pengkhianatan,” ujar Said Didu, ketika menjadi narasumber di acara Fokus Grup Discussion bertempat di Rumah Dinas Wakil Ketua DPD RI Jalan Denpasar Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026).

Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23

Fokus Grup Discussion moderator Edy Mulyadi dari Forum Jurnalis Merdeka dan media Truts.id

Dari peristiwa ini, Said Didu mengambil 2 hikmah penting untuk Presiden:

1. Jangan terlalu percaya “orang dalam”
“Faktanya, orang dalam yang dipercaya itulah pengkhianat pertama. Dan pengkhianatannya sangat keterlaluan. Prabowo bisa jatuh bukan karena orang luar atau oposisi, tapi karena kelakuan orang dalam yang hanya memanfaatkan beliau untuk kepentingan dirinya. Terbukti dari BGN,” tegasnya.

2. Loyalitas saja tidak cukup
“Mengangkat orang bukan hanya faktor loyalitas. Loyalitas tanpa kualitas dan integritas tidak cukup. Ini harus jadi koreksi total terhadap Prabowo,” lanjutnya.

Said Didu melihat ada tanda-tanda perbaikan. Presiden mulai membuka diri berkomunikasi dengan pihak luar dan mendengar kritik masyarakat.

“Coba menjadi realistis. Mau mendengarkan dan membuka telinga terhadap kritikan masyarakat. Ini awal yang bagus,” katanya.

Terkait program MBG, Said Didu berharap Prabowo melakukan koreksi total. Menurutnya, jika pelaksanaannya dibenahi dan kriteria penerima benar-benar yang membutuhkan, anggaran MBG bisa jauh lebih efisien.

“Kalau Prabowo bisa merealisasikan MBG dengan benar, sisa anggaran MBG bisa dikurangi besar. Kalau sekarang Rp. 350 triliun, mungkin bisa jauh lebih kecil. Tapi konsepnya harus dirubah: utamakan kualitas dan kuantitas, bukan sekadar ganti angka,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar koreksi ini berlaku untuk program pro-rakyat lainnya: Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, hilirisasi, hingga tata kelola SDA dari hutan dan tambang.

“Kenapa baru sekarang melakukan perbaikan? Seharusnya dari awal. Tapi saya lihat Prabowo sudah mulai menggunakan telinganya, sudah sadar bahwa orang dalam tidak menjamin loyalitas,” tutup Said Didu

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *