logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkini

Sopir Diduga Mengantuk, Mobil Hyundai Santa Fe Tabrak Pagar Rumah Jusuf Kalla

73
×

Sopir Diduga Mengantuk, Mobil Hyundai Santa Fe Tabrak Pagar Rumah Jusuf Kalla

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, Kediaman Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), yang berlokasi di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, mengalami kerusakan pada bagian pagar setelah ditabrak oleh sebuah mobil Hyundai Santa Fe, Rabu (18/2/2026) dini hari.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 03.45 WIB tersebut melibatkan seorang pengemudi wanita berinisial HP (35).

Berdasarkan data kepolisian, kecelakaan tunggal ini diduga kuat dipicu oleh kondisi sopir yang mengantuk sehingga kehilangan kendali atas kendaraannya.

Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian tengah mendalami penyebab pasti kejadian ini.

Meskipun ada dugaan hilang kendali karena kantuk, polisi juga memeriksa kemungkinan faktor lain, walau sejauh ini belum ditemukan indikasi pengaruh alkohol.

“Penabrak mungkin ngantuk kali dia jadi out of control.

Rencananya akan ada mediasi untuk diperbaiki kerusakan yang ada di sana,” ujar Murodih terkait langkah penyelesaian pascakecelakaan tersebut.

Dampak dari benturan keras tersebut membuat pagar besi hitam di rumah tokoh nasional itu terlepas dari tumpuannya dan harus dipindahkan sementara ke area pos pengamanan.

Selain besi yang rontok, fondasi batu penopang pagar juga dilaporkan ikut terangkat.

Menanggapi peristiwa tersebut, praktisi keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menegaskan bahwa rasa kantuk secara langsung memutus fungsi otak dalam memproses informasi dan konsentrasi.

Menurutnya, mengemudi adalah pekerjaan dengan tingkat fokus tinggi yang tidak bisa dikompromi.

“Ini berhubungan dengan fungsi otak. Saat ngantuk si otak lagi rest, sehingga tidak dapat menjalankan fungsinya.
Nah ini proses berpikirnya hilang,” jelas Sony.

Ia juga mengingatkan bahwa kecelakaan akibat kantuk tetap bisa berakibat fatal meskipun kendaraan melaju dalam kecepatan rendah.

Berdasarkan data Pusat Kesehatan dan Pencegahan (CDC) Amerika Serikat, kelelahan atau gangguan tidur yang tidak tertangani menjadi pemicu utama kondisi ini.

Para pengemudi sangat disarankan untuk beristirahat total setiap 3 jam sekali guna menjaga kebugaran fisik dan menghindari kecelakaan di jalan raya.

(Daniel Turangan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *