Targetberita.co.id Bengkulu Utara – Bengkulu, Kepala SMA Negeri 2 Bengkulu, Wanfisata, memberikan klarifikasi resmi terkait polemik pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang tengah menjadi sorotan publik.
Dalam keterangannya, pihak sekolah menyatakan telah menyerahkan seluruh dokumen administrasi kepada Polda Bengkulu untuk proses pemeriksaan.
Penyerahan Dokumen Secara Menyeluruh.
Wanfisata menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk kepatuhan hukum dan transparansi. Dokumen yang diserahkan meliputi Surat Pertanggungjawaban (SPJ) Dana BOS serta berkas komite sekolah.
”Seluruh berkas Dana BOS SMA Negeri 2 sudah kami serahkan ke Polda. Bahkan, informasi yang kami terima, penyerahan ini juga mencakup berkas BOS SMA lainnya di Bengkulu untuk keperluan verifikasi,” ujar Wanfisata di ruang kerjanya, Selasa (21/4/2026).
Klarifikasi Pergeseran Anggaran 2025
Terkait isu penggunaan dana di luar rencana awal, Wanfisata mengakui adanya pergeseran anggaran pada tahun 2025. Dana sebesar Rp. 19 juta dialokasikan untuk memfasilitasi 19 siswa berprestasi, meskipun item tersebut tidak tercantum dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) murni.
”Memang ada perubahan anggaran untuk siswa berprestasi. Secara administratif, hal ini mungkin tidak tersampaikan kepada komite di awal tahun, namun seluruhnya telah kami laporkan secara transparan pada laporan akhir tahun,” jelasnya.
Polemik ini juga menyentuh aspek pengelolaan dana komite.
Meski dalam tiga tahun terakhir SMAN 2 Bengkulu mengklaim tidak memungut sumbangan dari wali murid, berkas komite tetap menjadi objek pemeriksaan pihak kepolisian.
Hal ini memicu pertanyaan publik mengenai sumber pendanaan aktivitas operasional komite selama periode tersebut.
Siap Menghadapi Sidak DPRD
Menanggapi tekanan publik dan rencana pengawasan dari legislatif, pihak sekolah menyatakan sangat terbuka terhadap proses audit lebih lanjut.
“Kami sangat siap jika harus menghadapi inspeksi mendadak (sidak) dari DPRD Provinsi Bengkulu. Kami berkomitmen untuk membuka data penggunaan dana BOS secara transparan kepada publik,” tegas Wanfisata menutup keterangannya.
Kini, publik menanti hasil pemeriksaan Polda Bengkulu untuk memastikan apakah pergeseran anggaran tersebut murni kebutuhan mendesak siswa atau terdapat indikasi pelanggaran administratif yang lebih serius.
(Johan SP)
Transparansi Dana BOS, Kepala SMAN 2 Bengkulu Serahkan Dokumen ke Polda dan Siap Disidak












