banner
BeritaDaerahPendidikan

43 Siswa SDN 006 Pekaitan Belajar di Gubuk Mirip Kandang Ayam Akibat Akses Jalan Tidak Memadai

48
×

43 Siswa SDN 006 Pekaitan Belajar di Gubuk Mirip Kandang Ayam Akibat Akses Jalan Tidak Memadai

Sebarkan artikel ini

Cianjur, TargetBerita.co.id,- Situasi yang memprihatinkan terungkap di SDN 006 Pekaitan, Kabupaten Rohil, ketika 43 siswa dan 4 guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) terpaksa belajar di dalam gubuk yang mirip dengan kandang ayam. Fasilitas belajar yang sangat tidak layak ini menjadi fokus perhatian setelah Polres Rohil melakukan verifikasi dan memastikan bahwa bangunan tersebut memang milik SDN 006 Pekaitan.

Siswa-siswa yang bersemangat untuk belajar harus duduk di kursi dan meja yang terbuat dari kayu lapuk yang sangat tidak layak. Kondisi bangunan yang buruk ini mengundang keprihatinan besar dari masyarakat setempat, orang tua siswa, dan pihak berwenang setelah gambar-gambar bangunan tersebut viral di media sosial.

Situasi memprihatinkan ini dipicu oleh akses jalan yang tidak memadai ke sekolah. Dalam upaya untuk mencari solusi atas masalah ini, Polres Rohil melakukan verifikasi pada tanggal 6 September 2023 setelah menerima informasi tentang kondisi sekolah yang menyedihkan ini.

“Setelah dicek, memang benar, para siswa belajar di sebuah gubuk tua yang sangat memprihatinkan. Jadi, memang benar. Kami sudah melakukan pengecekan langsung setelah mendapat informasi,” ujar Kapolres Rohil, AKBP Andrian Pramudianto.

Pengecekan yang dilakukan oleh Polres Rohil mengonfirmasi bahwa bangunan yang digunakan untuk belajar oleh 43 siswa tersebut memang milik SDN 006 Pekaitan. Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya investasi dalam infrastruktur pendidikan, terutama di daerah terpencil, untuk memastikan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak.

Kondisi ini juga memicu perhatian dari berbagai pihak untuk mencari solusi yang segera agar para siswa dapat belajar dalam lingkungan yang aman dan nyaman. Semoga dengan perhatian yang meningkat terhadap masalah ini, akses pendidikan yang lebih baik dapat diwujudkan bagi generasi muda Indonesia. (Asep/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *