Targetberita.co.id Jakarta, Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, menerima kunjungan perwakilan kelompok tani asal Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, di Kantor Pusat Tani Merdeka Indonesia, Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026).

Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi para petani untuk mengadukan konflik agraria yang mereka hadapi.
Perwakilan kelompok tani memaparkan bahwa saat ini terjadi gesekan hebat dengan pihak perusahaan di wilayah mereka.
Masyarakat pribumi mengaku kerap mendapatkan intimidasi yang diduga dilakukan oleh oknum dengan cara-cara yang melanggar hukum.
Menanggapi laporan tersebut, Don Muzakir menyayangkan adanya praktik intimidasi terhadap petani, terlebih jika melibatkan penggunaan senjata api.
Ia menegaskan akan segera mengambil langkah administratif dan hukum untuk melindungi hak-hak petani.
”Kami akan melakukan pengecekan mendalam terkait status perizinan perusahaan tersebut di ATR/BPN Pusat. Selain itu, kami juga akan berkoordinasi dengan Dirjen Kementerian Kehutanan, mengingat adanya laporan mengenai penebangan kayu ulin yang dilakukan oleh pihak perusahaan,” tegas Don Muzakir.
Dalam kesempatan yang sama, Don Muzakir memberikan mandat kepada Ibu Nur Aeni, yang memimpin delegasi tersebut, untuk segera membentuk kepengurusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia di Provinsi Kalimantan Timur.
Ia menekankan bahwa Tani Merdeka membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki hati untuk rakyat kecil.
”Saya tidak mencari orang yang sekadar pintar atau kaya. Yang saya butuhkan adalah sosok yang peduli, dekat, dan mau berbaur langsung dengan para petani. Oleh karena itu, saya instruksikan Ibu Nur Aeni untuk segera menyusun kepengurusan DPW Kalimantan Timur agar perjuangan petani di sana memiliki wadah yang kuat,” pungkasnya.
(Daniel Turangan)













