Scroll untuk baca artikel
Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23
logo tb
BeritaBogorJawa BaratNasionalNewsTerkiniTNI / POLRI

Gelar Latihan Weapon Delivery dan Gunnering, Lanud Atang Sendjaja Tingkatkan Kesiapan Tempur Kru Udara

600
×

Gelar Latihan Weapon Delivery dan Gunnering, Lanud Atang Sendjaja Tingkatkan Kesiapan Tempur Kru Udara

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Bogor – Jawa Barat, Lanud Atang Sendjaja menggelar latihan Weapon Delivery (WD) dan Gunnering untuk meningkatkan kesiapan tempur serta profesionalisme kru udara dengan mengerahkan helikopter Skadron Udara 8.

Latihan yang digelar di Air Weapon Range (AWR) Salatri, Cianjur pada beberapa waktu lalu tersebut berfokus pada uji kemampuan tembak udara ke darat, akurasi, koordinasi di antara kru, serta kesiapan teknis personel serta alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Komandan Lanud Atang Sendjaja Marsma TNI A. F Picaulima menegaskan, latihan Weapon Delivery dan Gunnering ini dapat menjadi sarana uji fungsi sekaligus meningkatkan ketangkasan kru udara. Dengan demikian, mereka dapat bertindak dengan cepat, tepat, dan terkoordinasi dalam setiap operasi.

Latihan Gunnering

Helikopter asal Skadron Udara 8 yang dikerahkan dalam latihan Weapon Delivery dan Gunnering Lanud Atang Sendjaja.

“Pembinaan kru udara bukan hanya soal kemampuan tempur, tetapi juga tentang kesiapan menghadapi kompleksitas tugas di berbagai medan dan situasi,” tegas Danlanud Atang Sendjaja dikutip dari keterangan Dispenau, Selasa (24/6/2025).

Selaras dengan tujuan-tujuan tersebut, latihan yang sama juga sekaligus menjadi bentuk nyata dari pelaksanaan nilai-nilai TNI AMPUH (adaptif, modern, profesional, unggul, dan humanis) yang ditekankan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono.

(Red)

An – 26 Jatuh di Krimea, 29 Orang Tewas Tanpa Tanda Serangan KRIMEA – Dugaan gangguan teknis menjadi fokus awal penyelidikan jatuhnya pesawat angkut militer Rusia jenis Antonov An-26 di wilayah Semenanjung Krimea yang menewaskan seluruh 29 orang di dalamnya. Insiden ini terjadi saat pesawat menjalankan penerbangan rutin dan kehilangan kontak dengan pusat kendali. Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan bahwa komunikasi dengan pesawat terputus pada Senin 31 Maret 2026 sekitar pukul 18.00 waktu Moskow saat pesawat berada di udara dalam misi terjadwal. “Pada 31 Maret sekitar pukul 18.00 waktu Moskow, kontak hilang dengan pesawat angkut militer An-26 saat sedang menjalankan penerbangan terjadwal di atas Semenanjung Krimea,” kata kementerian tersebut, sebagaimana dilansir Cnbc Indonesia, Rabu, (01/04/2026). Tim pencarian dan penyelamatan kemudian dikerahkan dan berhasil menemukan lokasi jatuhnya pesawat. Dari hasil temuan di lapangan, seluruh awak dan penumpang dinyatakan meninggal dunia. “Tim pencarian dan penyelamatan telah menemukan lokasi jatuhnya pesawat An-26. Berdasarkan laporan dari lokasi, enam awak dan 23 penumpang di dalamnya tewas,” tambah kementerian itu. Total korban dalam insiden ini mencapai 29 orang, terdiri dari enam awak dan 23 penumpang. Tidak ditemukan adanya korban selamat dalam peristiwa tersebut. Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa hasil pemeriksaan awal terhadap puing-puing pesawat tidak menunjukkan adanya tanda-tanda dampak eksternal. Hal ini memperkuat dugaan bahwa kecelakaan kemungkinan besar dipicu oleh kegagalan teknis pada pesawat. Meski demikian, penyelidikan lanjutan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti jatuhnya pesawat tersebut. Otoritas terkait juga tengah mengumpulkan data penerbangan dan rekaman komunikasi guna mengungkap kronologi lengkap kejadian. Peristiwa ini kembali menjadi perhatian terhadap aspek keselamatan penerbangan militer, khususnya terkait kelayakan teknis armada yang digunakan dalam operasi rutin. Hasil investigasi diharapkan dapat memberikan kejelasan penyebab kecelakaan sekaligus menjadi dasar evaluasi guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Berita

Targetberita.co.id Krimea – Ukraina, Dugaan gangguan teknis menjadi…