Targetberita.co.id Jakarta, Lebaran biasanya identik dengan pulang kampung, baju baru, dan romantisme di dapur untuk mencicipi opor ayam pertama.
Di banyak rumah, suasana hangat itu terasa lengkap: keluarga berkumpul, tawa pecah, dan kata maaf beredar lebih cepat.
Namun, di sudut lain negeri ini, ada versi Lebaran yang jauh lebih sunyi. Bukan tanpa makanan, tetapi tanpa kebebasan. Bukan tanpa silaturahmi, tetapi dibatasi jeruji besi.
Beberapa waktu terakhir, kabar dari Komisi Pemberantasan Korupsi kembali ramai. Operasi tangkap tangan menyasar sejumlah kepala daerah di Jawa Tengah.
Nama-nama dari Kabupaten Pati, Kabupaten Cilacap, hingga Kabupaten Pekalongan ikut disebut dalam pusaran kasus dugaan korupsi.
Kasusnya berbeda-beda, modusnya beragam, tetapi benang merahnya sama: kekuasaan yang terlalu dekat dengan godaan.
Dan seperti cerita klasik yang berulang, klimaksnya juga sama. Dari ruang kerja yang luas ke ruang tahanan yang sempit. Dari panggung politik ke meja pemeriksaan.
Dalam dunia politik, menjadi kepala daerah bukan perkara mudah. Prosesnya panjang, energinya besar, dan biayanya tidak sedikit. Mulai dari membangun popularitas, menyusun strategi, hingga menghadapi pemilihan yang penuh tekanan.
(Agus)













