Scroll untuk baca artikel
Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23
logo tb
BeritaDaerahHukumKab. Tapanuli UtaraNasionalNewsSumatera UtaraTerkiniTNI / POLRI

‎6,7 Kg Sabu Lolos dari Bandara Silangit, DPP PPPN RI Desak Evaluasi Sistem Keamanan Angkasa Pura II

95
×

‎6,7 Kg Sabu Lolos dari Bandara Silangit, DPP PPPN RI Desak Evaluasi Sistem Keamanan Angkasa Pura II

Sebarkan artikel ini
https://targetberita.co.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-14-at-19.21.23.jpeg

Targetberita.co.id Tapanuli – Sumatera Utara, Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Pengawas Penyelenggara Negara Republik Indonesia (DPP PPPN RI) mempertanyakan integritas sistem pengamanan di Bandara Internasional Sisingamangaraja XII, Silangit.

‎Hal ini merupakan buntut dari tertangkapnya seorang kurir narkoba berinisial AAA dengan barang bukti 2 kilogram sabu pada Kamis (19/3/2026).

‎Ketua DPP PPPN RI, Ganda Tampubolon, mengungkapkan keprihatinannya setelah diketahui bahwa tersangka mengaku sudah empat kali meloloskan sabu melalui bandara tersebut dengan total mencapai 6,7 kilogram.

‎“Kami mempertanyakan efektivitas pengawasan dan pemeriksaan penumpang serta barang di Bandara Silangit. Apakah ada jalur tikus atau kelemahan sistem sehingga penyelundupan ini bisa terjadi berulang kali?” ujar Ganda melalui pesan singkat, Senin (23/3/2026).

‎Ganda menegaskan bahwa pihaknya akan segera meminta klarifikasi resmi dari manajemen Angkasa Pura II selaku pengelola bandara.

‎Menurutnya, bandara internasional seharusnya memiliki pengamanan berlapis yang mengombinasikan teknologi pemindai X-Ray, Computer Tomography (CT), hingga pengawasan CCTV berbasis AI dan personel Aviation Security (Avsec).

‎”Secara teori, prosedur keamanan bandara sangat ketat, mulai dari pemeriksaan fisik hingga penggunaan anjing pelacak (K9). Jika sabu ribuan gram bisa lolos berkali-kali, berarti ada evaluasi serius yang harus dilakukan terhadap implementasi di lapangan,” tegasnya.

‎Berdasarkan rilis resmi Polres Tapanuli Utara, tersangka AAA ditangkap di terminal keberangkatan saat hendak menuju Jakarta.

‎Petugas menemukan 2 kilogram sabu yang disembunyikan secara rapi di dalam lipatan 12 potong celana jeans di dalam tasnya.

‎Kasi Humas Polres Taput, Aiptu W. Baringbing, menjelaskan bahwa tersangka dikendalikan oleh jaringan Medan-Aceh dan berkomunikasi menggunakan aplikasi pesan terenkripsi ‘Zangi’ untuk menghindari penyadapan.

‎”Tersangka dijanjikan upah Rp. 35 juta untuk satu kali pengiriman. Yang mengejutkan, ia mengaku sudah empat kali lolos dari Bandara Silangit dengan rincian pengiriman 2 kg, 2 kg, 1,7 kg, dan 1 kg. Bahkan, ia juga pernah meloloskan 1,3 kg sabu melalui Bandara Minangkabau,” ungkap Baringbing.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Angkasa Pura II Bandara Sisingamangaraja XII belum memberikan pernyataan resmi.

‎General Manager (GM) Bandara, Herdanu, dan Humas Bandara, Khitaro, tidak memberikan respons saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Minggu (22/3/2026).

‎Saat ini, Polres Taput masih melakukan pengembangan kasus guna mengungkap identitas pengirim barang di wilayah Aceh/Medan serta pemesan yang berada di Jakarta.

‎(Fulkan Tampubolon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *