Scroll untuk baca artikel
Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23
logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkini

Atasi Tumpukan 6.000 Ton Sampah, Perumda Pasar Jaya Kerahkan 20 Truk Sewa ke Pasar Induk Kramat Jati

74
×

Atasi Tumpukan 6.000 Ton Sampah, Perumda Pasar Jaya Kerahkan 20 Truk Sewa ke Pasar Induk Kramat Jati

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, Truk mengangkut sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta.

Perumda Pasar Jaya menyewa 20 unit truk dari perusahaan jasa pengangkutan sampah untuk mempercepat penanganan timbunan sampah.

Truk mengangkut sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta.

Perumda Pasar Jaya menyewa 20 unit truk dari perusahaan jasa pengangkutan sampah untuk mempercepat penanganan timbunan sampah.

Perumda Pasar Jaya mengambil langkah cepat untuk menanggulangi penumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, yang belakangan menjadi perhatian publik.

Sebanyak 20 unit truk pengangkut sampah tambahan resmi disewa dari perusahaan jasa pengangkutan untuk mempercepat pembersihan lahan pasar.

Armada tersebut terdiri dari 19 truk tronton berkapasitas 20 ton dan satu unit truk tipe typher berkapasitas 12 ton.

Manajer Humas Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatulloh, menjelaskan bahwa pengerahan armada ekstra ini ditargetkan mampu menuntaskan timbunan sampah dalam waktu 10 hingga 12 hari ke depan.

Sebelumnya, volume sampah di kawasan tersebut sempat membengkak hingga mencapai 6.970 ton atau setara dengan muatan 410 truk tronton, akibat kendala teknis penyediaan armada yang terjadi sejak 9 Maret 2026.

“Kami terus berkoordinasi intensif dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh tumpukan segera teratasi. Selain pengangkutan, kami juga akan memperbaiki tembok belakang pasar yang rusak demi menjaga kenyamanan pedagang, pengunjung, serta warga sekitar,” ujar Topik dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Sebagai solusi jangka pendek agar kejadian serupa tidak terulang, Perumda Pasar Jaya tengah memproses pengadaan lima unit truk sampah mandiri berkapasitas 16 meter kubik yang dijadwalkan beroperasi pada akhir April 2026.

Sementara untuk visi jangka panjang, perusahaan mulai melirik penerapan teknologi ramah lingkungan seperti uji coba thermal hydrolysis dan sistem MASARO (Manajemen Sampah Zero).

Transformasi ini diharapkan mampu mengolah sampah langsung dari sumbernya, sehingga sistem pengelolaan sampah di pasar-pasar Jakarta menjadi lebih modern dan berkelanjutan.

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *