Targetberita.co.id Jakarta, Komandan Komando Operasi Khusus (Dankoopssus) TNI Mayjen Yudha Airlangga mendapat tugas baru sebagai Panglima Komando Operasi (Pangkoops) TNI Habema.
Ia menggantikan Mayjen TNI Ahmad Fikri Musmar yang digeser untuk menduduki jabatan Panglima Divisi Infanteri 1/Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad).
Koops TNI Habema sebelumnya dikenal sebagai Koops Habema, satuan baru TNI yang dibentuk pada awal 2024.
Nama “Habema” merupakan akronim dari “Harus Berhasil Maksimal”. Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto membentuk satuan ini untuk menyatukan pola operasi TNI dan Polri dalam menangani konflik di sejumlah wilayah Papua.
Nama Habema sendiri diambil dari Danau Habema di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Danau ini merupakan salah satu danau tertinggi di Indonesia, berada di ketinggian lebih dari 3.300 meter di atas permukaan laut, di kaki Gunung Trikora.
Satuan ini memiliki tugas utama melaksanakan operasi militer guna menindak kelompok separatis serta melindungi infrastruktur vital.
Operasi tersebut meliputi patroli, penyisiran, hingga penegakan hukum terhadap kelompok yang dianggap mengancam keamanan.
Mayjen TNI Yudha Airlangga merupakan perwira tinggi TNI AD yang sejak 27 Mei 2025 menjabat sebagai Komandan Komando Operasi Khusus (Dankoopssus)TNI.
Yudha adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) 1997 dari kecabangan Infanteri (Kopassus) dan mengawali karier militernya di satuan elite TNI tersebut.
Yudha kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) pada 2011 serta Sesko TNI pada 2019.
Jabatan terakhirnya sebelum Dankoopssus adalah Wakil Komandan Jenderal Kopassus.
Dalam perjalanan kariernya, jenderal kelahiran 26 Juli 1976 ini dikenal berprestasi, dan bahkan dua kali mencatatkan namanya di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Rekor tersebut yakni pengibaran bendera Merah Putih terbesar berukuran 33,5 x 22,5 meter di Batujajar, Bandung Barat, pada 11 April 2015. Ia juga menjadi bagian dari 14 penerjun yang mengibarkan bendera berukuran 9 x 6 meter pada 19 Maret 2019.
Perwira kelahiran Surabaya ini juga memiliki pengalaman operasi di dalam dan luar negeri.
Ia pernah terlibat dalam operasi militer di Aceh pada 2002 dan 2004, serta misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon pada 2006.
Selain itu, ia mengikuti berbagai latihan bersama di luar negeri, termasuk di Korea Selatan pada 2009 dan di Australia pada 2013, 2017, dan 2018.
(Daniel Turangan)













