logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkini

‎DUA NAMA CALON KETUA UMUM GPM MENGEMUKA DI HALAL BI HALAL GPM JAKARTA

146
×

‎DUA NAMA CALON KETUA UMUM GPM MENGEMUKA DI HALAL BI HALAL GPM JAKARTA

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Marhaenisme (DPD GPM) Provinsi DKI Jakarta menggelar acara Halal Bi Halal (HBH) di Family Resto, Kramat 5 Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026).



‎Selain sebagai ajang silaturahmi, momentum ini menjadi wadah konsolidasi organisasi menjelang agenda besar nasional.

‎Acara ini dihadiri oleh jajaran perwakilan DPP GPM, pengurus DPD GPM DKI Jakarta, serta pengurus dari lima wilayah kota administrasi (Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara).

‎Dalam sambutannya, Ketua GPM Provinsi Jakarta, Maliki Yusuf, menegaskan bahwa Halal Bi Halal merupakan sarana penting untuk mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat roda organisasi agar tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

‎”Ada dua agenda besar GPM tahun ini, yakni Kongres ke-XI di Bali dan Rakernas GPM di Jakarta,” ujar Maliki.

‎Maliki juga menginstruksikan kepada seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) untuk segera mempersiapkan diri, termasuk menyusun catatan strategis hasil rapat kerja masing-masing wilayah untuk dibawa ke forum kongres nanti.

‎Terkait bursa kepemimpinan, Maliki mengungkapkan bahwa saat ini telah muncul dua nama kuat yang mulai diperbincangkan oleh para kader sebagai bakal calon Ketua Umum.

‎”Saat ini ada dua bakal calon kuat yang digadang-gadang oleh peserta kongres, yaitu Dr. I Gusti Ngurah Arya Wedakarna yang saat ini menjabat sebagai Sekjen, serta Didi Mahardika Soekarno yang merupakan putra dari almarhumah Rachmawati Soekarnoputri, mantan Ketua Umum GPM,” ungkapnya.

‎Di sisi lain, Sekretaris GPM Jakarta, Robert Siagian, menitikberatkan pembahasannya pada pentingnya regenerasi.

‎Menurutnya, kader muda dari generasi Gen-Z harus mulai tampil di jajaran kepengurusan pasca-kongres nanti.

‎”Regenerasi di tubuh GPM harus nyata setelah Kongres ke-XI. Generasi Z inilah yang akan membawa dan menjaga agar ajaran serta aliran pemikiran Soekarno tetap relevan dan abadi di setiap zaman,” pungkas Robert.

‎(Daniel Turangan)