Targetberita.co.id Jakarta, Sebanyak 32 peserta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan ke-65 PWI Jaya dinyatakan lulus 100 persen.

Capaian ini menjadi kelulusan total pertama pada era kepengurusan PWI Jaya 2024–2029 di bawah kepemimpinan Kesit Budi Handoyo.
Ujian kompetensi tersebut berlangsung di Ruang Serbaguna Besar Kantor Wali Kota Jakarta Pusat pada 25–26 Mei 2026.
Seluruh peserta mengikuti sertifikasi ini secara mandiri dengan membiayai kelulusan mereka sendiri.
Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo, menjelaskan bahwa UKW mandiri memiliki tekanan psikologis yang lebih tinggi daripada program fasilitasi.
Hal ini karena peserta datang dengan kesadaran dan tanggung jawab penuh untuk meningkatkan profesionalisme mereka.
“Ini UKW mandiri, peserta membayar sendiri biaya ujiannya. Karena itu, tekanannya lebih kuat. Mereka datang dengan keseriusan untuk benar-benar kompeten,” kata Kesit.
Pengumuman kelulusan disampaikan oleh penguji Tb Adhi saat penutupan acara. Dari total 32 peserta yang kompeten, rinciannya terdiri atas 2 peserta tingkat Utama, 4 peserta tingkat Madya, dan 26 peserta tingkat Muda.
Sebanyak tujuh penguji menguji para peserta. Dua peserta Utama diuji oleh Aljufri Alkatiri. Empat peserta Madya diuji oleh Diapari Sibatangkayu.
Sementara itu, lima penguji, yaitu Kesit Budi Handoyo, A.R. Loebis, Tb Adhi, Rabiatun Drakel, dan Kadirah, menguji 26 peserta Muda.
Aljufri Alkatiri mengungkapkan, penilaian pada jenjang Utama tidak lagi berfokus pada teknis penulisan.
Penguji lebih menitikberatkan penilaian pada visi kepemimpinan dan kemampuan manajerial ruang redaksi.
“Pada tingkat utama, penekanannya lebih kepada visi, pemahaman manajerial redaksional, serta kemampuan perencanaan dalam mengelola media,” ujar Aljufri.
Ketua Pelaksana UKW Angkatan ke-65, Arman Suparman, mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang membuat acara berjalan lancar.
Ia mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Jakarta Pusat yang memfasilitasi tempat acara, serta Ketua Pokja PWI Jakarta Pusat, Helmi, yang membantu koordinasi.
Guruh Nara Persada, peserta dari PosKota.id, mengakui ketatnya proses ujian selama dua hari tersebut.
Seluruh peserta wajib menguasai materi dari wawancara, penulisan berita, penyuntingan naskah, hingga pemahaman Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan Undang-Undang Pers.
“UKW kali ini benar-benar ketat dan melelahkan. Semua peserta harus fokus dari awal sampai akhir,” ungkap Guruh.
Pada akhir acara, Kesit kembali mengingatkan bahwa kelulusan UKW bukan sekadar untuk mengejar sertifikat.
Kompetensi ini merupakan benteng utama untuk menjaga pers yang sehat dan profesional di tengah derasnya arus informasi digital.
(Daniel Turangan)













