Targetberita.co.id Pandeglang – Banten, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan helikopter Dauphin AS365 N3+ untuk menyisir perairan Selat Sunda guna melacak keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Operasi udara ini dikombinasikan dengan penyisiran intensif lewat jalur laut oleh Tim SAR Gabungan.
Hingga Jumat (11/9/2026), fokus area pencarian telah diperluas hingga mencapai 271 nautical mile (NM), mencakup radius barat daya Gunung Anak Krakatau serta gugusan pulau di sekitarnya seperti Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, dan Pulau Legundi.
Langkah taktis melalui jalur udara diambil guna mengoptimalkan jarak pandang pasca-kendala sebaran abu vulkanik di area terdampak beberapa hari lalu.
Pencarian yang dikoordinasikan oleh Kantor SAR Banten ini melibatkan armada laut terintegrasi, termasuk KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, RIB Banten, dan KP Sanjaya 7016.
Tim di lapangan juga terus mendalami temuan berupa dua jaket keselamatan (life jacket) yang ditemukan mengapung di jalur penyisiran guna memastikan keterkaitannya dengan kapal penumpang yang ditumpangi korban.
Pihak keluarga dan perwakilan media dari masing-masing jurnalis terus mendapatkan pembaruan berkala dari posko utama di Pantai Carita, Pandeglang.
Basarnas menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan seluruh sumber daya yang tersedia dalam operasi kemanusiaan ini, dengan tetap memprioritaskan keselamatan tim evakuasi di tengah kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik yang dinamis.
(Daniel Turangan)
TIM GABUNGAN PERLUAS OPERASI PENCARIAN LIMA JURNALIS DI SELAT SUNDA













