logo tb
BeritaBogorDaerahJawa BaratNasionalNewsTerkini

Bela Pedagang Kecil, Dedi Mulyadi Minta Penjual Bensin Eceran Tak Takut Hadapi Intimidasi Oknum Wartawan

258
×

Bela Pedagang Kecil, Dedi Mulyadi Minta Penjual Bensin Eceran Tak Takut Hadapi Intimidasi Oknum Wartawan

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Bogor – Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), memberikan pembelaan tegap kepada para pedagang bensin eceran dan pom mini yang kerap menjadi sasaran intimidasi oleh oknum-oknum yang mengaku sebagai wartawan atau anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

‎Pernyataan keras ini menyusul viralnya sebuah video aksi sekelompok pria di wilayah Pabuaran, Kabupaten Bogor, yang mencecar seorang ibu pedagang bensin eceran terkait legalitas usahanya hingga mengancam akan melaporkannya ke aparat penegak hukum, Rabu (9/9/2026).

‎Dedi Mulyadi menilai tindakan oknum yang memanfaatkan profesi jurnalis untuk menakut-nakuti rakyat kecil yang sedang mencari nafkah secara jujur adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan.

‎Ia meminta para pedagang kecil untuk tidak runtuh mentalnya dan berani menolak segala bentuk pemerasan berkedok konfirmasi berita.

‎Berikut adalah pernyataan resmi (statement) dari Dedi Mulyadi terkait fenomena tersebut

‎”Saya meminta kepada seluruh pedagang bensin eceran, penjual pom mini, maupun pedagang kecil lainnya, jangan pernah takut jika didatangi oleh oknum yang mengaku-ngaku wartawan atau LSM lalu mengancam dengan aturan hukum. Mereka bukan aparat penegak hukum, mereka tidak punya kewenangan menyita atau menindak usaha Anda. Para pedagang ini bukan penimbun BBM skala besar, mereka hanya menyambung hidup untuk makan sehari-hari dan mempermudah masyarakat yang butuh bahan bakar di pelosok yang jauh dari SPBU resmi. Jika ada oknum yang datang dengan nada mengancam, memeras, atau menakut-nakuti, segera rekam dan laporkan ke polsek atau polres terdekat. Kita harus bersama-sama melindungi ekonomi rakyat kecil dari praktik premanisme berkedok profesi.”

‎Aksi pembelaan ini mendapat dukungan luas dari warganet yang berharap aparat kepolisian setempat dapat menertibkan keberadaan oknum wartawan palsu atau “wartawan bodrex” yang meresahkan pelaku usaha mikro.

Daniel Turangan selaku Pemimpin Redaksi Targetberita.co.id turut memberikan pernyataan terkait peristiwa viralnya oknum wartawan yang diduga melakukan intimidasi kepada pedagang bensin eceran.

Paket Edukasi

Menurutnya tindakan tersebut bukanlah tupoksi seorang jurnalis atau wartawan, tupoksi wartawan bertanya, mendengar, melihat dan melakukan konfirmasi kepada pihak terkait yang kemudian dituangkan dalam karya tulisnya.

Hal inilah yang turut menyebabkan jatuhnya Marwah wartawan, ujar Daniel.

” Apa yang di himbau oleh Dewan Pers terkait Uji Kompetensi Wartawan (UKW) merupakan hal yang positif, disini wartawan akan teruji kompetensinya, sehingga dapat memahami tupoksi kerjanya “.

Daniel menambahkan, dirinya setuju apabila ditemukan adanya oknum wartawan yang melakukan tindakan melawan hukum, baik melakukan intimidasi dan hal lain yang dapat merusak Marwah wartawan, agar segera dapat ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Netizen juga diharapkan untuk lebih menghargai profesi wartawan, jangan menyebut wartawan apabila diketahui ada oknum wartawan yang diduga melanggar Kode Etik Jurnalistik (KEJ),  harus menyebutkan kata oknum, karena kalau disebut wartawan, makasih seluruh wartawan atau jurnalistik yang ada di dunia ini merasa dikecam, jadi harus menyebutkan kata oknum, pungkas Daniel.

‎(Red)

PT. BULE ADVENTURE BADUY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PT. BULE ADVENTURE BADUY