Targetberita.co.id Bogor – Jawa Barat , Bupati Bogor Rudy Susmanto mulai mengubah wajah TPA Galuga.
Setelah puluhan tahun kawasan ini menjadi tempat bermuaranya sampah, kini Galuga disiapkan bertransformasi menjadi fasilitas pengelolaan sampah berbasis teknologi yang mengubah persoalan sampah menjadi sumber energi listrik.
Momentum itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bogor dan PT Weiming Nusantara Bogor New Energy pada Rabu (16/9/2026), sehari sebelum groundbreaking pembangunan Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan Menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan TPA Galuga, Kecamatan Cibungbulang.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, langkah tersebut menjadi salah satu momentum yang paling ditunggu sejak dirinya bersama Wakil Bupati Bogor mulai memimpin Kabupaten Bogor pada (20/2/2025).
Menurutnya, salah satu prioritas utama pemerintahannya adalah menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan.
“Momentum hari ini adalah momentum yang paling kami tunggu-tunggu. Belum genap dua tahun kami memimpin Kabupaten Bogor, tetapi prioritas utama kami adalah bagaimana Bogor memiliki pengelolaan sampah yang modern,” ujar Rudy.
Rudy menegaskan, kebutuhan tersebut tidak terlepas dari besarnya beban Kabupaten Bogor.
Dengan 40 kecamatan, 416 desa, 19 kelurahan dan jumlah penduduk sekitar 6,1 juta jiwa, pengelolaan sampah tidak lagi dapat mengandalkan pola konvensional berupa pengumpulan dan penumpukan.
Terlebih, TPA Galuga sendiri telah beroperasi sejak 1992 atau sekitar 34 tahun.
Dalam rentang waktu tersebut, kawasan Galuga menjadi bagian penting dalam menopang pelayanan persampahan, tidak hanya bagi Kabupaten Bogor tetapi juga dalam kerja sama pengelolaan sampah dengan Kota Bogor.
“Sudah kurang lebih 34 tahun TPA Galuga menjalankan fungsinya. Kami berpikir, bagaimana masyarakat Bogor bagian Barat yang selama ini menjadi penopang dan tempat pembuangan akhir sampah bisa memperoleh taraf hidup yang jauh lebih baik ke depan,” kata Rudy.
Kemudian, Senior Vice President Stakeholders Relationship menjelaskan teknologi yang akan digunakan dalam PSEL Galuga bukan merupakan teknologi eksperimental yang baru dikembangkan.
Teknologi pengolahan sampah menjadi energi tersebut telah berkembang dan digunakan di sejumlah negara, dengan kapasitas pengolahan yang relatif besar.
(Red)














