logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkiniTNI / POLRI

Lapas Salemba Dirazia Bersama TNI-Polri hingga BNN

176
×

Lapas Salemba Dirazia Bersama TNI-Polri hingga BNN

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Salemba memperketat pengawasan internal.

Operasi mendadak digelar dengan melibatkan Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) DK Jakarta, BNNK Jakarta Utara, TNI, Polri, hingga Brimob, Jumat (18/9/2026).

H. SARMILI, SH., MH.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan deteksi dini untuk mencegah masuk dan beredarnya barang terlarang serta narkotika di lingkungan pemasyarakatan.

Sidak menyasar sejumlah kamar hunian warga binaan. Petugas gabungan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap kamar hunian beserta barang-barang yang berada di dalamnya guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam kamar hunian.

Seluruh barang temuan langsung diamankan untuk didata dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, tidak ditemukan narkotika dalam pemeriksaan tersebut.

Pengawasan tidak berhenti pada pemeriksaan kamar. BNNK Jakarta Utara bersama jajaran Lapas Salemba juga melakukan tes urine secara acak terhadap 32 warga binaan dan 30 petugas.

Hasilnya, seluruh peserta tes dinyatakan negatif dari indikasi penyalahgunaan narkotika.

Tes urine tersebut menjadi bagian dari strategi pencegahan sekaligus deteksi dini untuk memastikan lingkungan Lapas tetap berada dalam pengawasan dan terbebas dari penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.

Kepala Lapas Kelas IIA Salemba, Amico Balalembang, menegaskan bahwa sidak dan tes urine merupakan bentuk pelaksanaan arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan untuk memperkuat keamanan dan ketertiban secara berkelanjutan.

“Kami siap melaksanakan perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam memperkuat deteksi dini dan menjaga keamanan serta ketertiban. Sidak dan tes urine secara acak akan terus kami lakukan sebagai bentuk komitmen bersama untuk memastikan Lapas Salemba tetap aman, tertib, dan zero halinar,” ujar Amico.

Menurut Amico, penguatan keamanan tidak dapat dilakukan secara parsial. Karena itu, kolaborasi dengan Kanwil Ditjenpas DK Jakarta, BNNK Jakarta Utara, TNI, Polri, dan Brimob menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan yang lebih kuat.

Sinergi tersebut akan terus diperkuat melalui pemeriksaan dan kegiatan deteksi dini secara berkala.

Tujuannya, memastikan setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Di sisi lain, pelaksanaan sidak tetap mengedepankan pendekatan humanis dan profesional.

Pemeriksaan dilakukan secara tertib dengan tetap menghormati hak serta martabat warga binaan.

Kepatuhan terhadap tata tertib juga terus ditekankan sebagai bagian dari proses pembinaan.

Dengan demikian, aspek keamanan berjalan beriringan dengan tujuan pemasyarakatan dalam membentuk lingkungan yang tertib dan kondusif.

Hasil sidak dan tes urine tersebut menjadi penegasan bahwa pengawasan di Lapas Salemba terus diperketat.

Tidak hanya untuk mencegah peredaran narkotika, tetapi juga memastikan lingkungan pemasyarakatan terbebas dari halinar—handphone, pungli, dan narkoba.

Komitmen menuju zero halinar pun terus ditempatkan sebagai bagian penting dari upaya menjaga integritas, keamanan, dan ketertiban di lingkungan Lapas Salemba.

(Agus)

Whats-App-Image-2026-09-26-at-21-26-43