logo tb
BantenBeritaDaerahNasionalNewsSerangTerkiniTNI / POLRI

Polda Banten Pastikan Temuan Jasad di Bengkulu Adalah ABK KM Arupadhatu 1 yang Hilang di Selat Sunda

25879
×

Polda Banten Pastikan Temuan Jasad di Bengkulu Adalah ABK KM Arupadhatu 1 yang Hilang di Selat Sunda

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Serang – Banten, Kepolisian Daerah (Polda) Banten secara resmi mengumumkan bahwa jenazah pria tanpa identitas (Mr. X) yang ditemukan di perairan Pulau Enggano, Bengkulu, merupakan Surakman (60), salah satu Anak Buah Kapal (ABK) KM Arupadhatu 1 yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda sejak awal September lalu.
‎
‎Kepastian identitas korban disampaikan langsung oleh Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Banten pada Rabu (23/9/2026).
‎
‎Identifikasi ini berhasil dilakukan setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri melakukan pencocokan DNA postmortem dari jenazah dengan sampel DNA antemortem milik Yayat Suryadi, anak kandung korban.
‎
‎”Berdasarkan hasil uji DNA yang dilakukan secara ilmiah dan akurat oleh Tim DVI, kami memastikan bahwa jenazah yang ditemukan di perairan Enggano adalah Saudara Surakman, kru dari KM Arupadhatu 1 yang mengalami musibah hilang kontak di Selat Sunda,” ujar Irjen Pol Hengki dalam keterangannya kepada media.
‎
‎Jasad Surakman sebelumnya ditemukan oleh warga setempat dalam kondisi membusuk di perairan Sawang Bengkok, Desa Kahyapu, Kecamatan Enggano, Bengkulu Utara, pada Sabtu (12/9/2026).
‎
‎Lokasi penemuan tersebut berjarak sekitar 360 kilometer dari titik koordinat hilangnya kapal di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.
‎
‎Polda Banten bersama instansi terkait telah berkoordinasi untuk memulangkan jenazah korban.
‎
‎Rencananya, jenazah Surakman akan diterbangkan dari Bengkulu menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Kamis (24/9/2026) esok hari, untuk kemudian langsung dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga di Carita, Pandeglang, Banten.
‎
‎KM Arupadhatu 1 dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026) saat membawa total 8 orang, yang terdiri dari 5 orang jurnalis (dari media ANTARA, Merdeka.com, iNews, Anadolu Agency, dan satu jurnalis lepas) serta 3 orang kru kapal dalam rangka peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
‎
‎Hingga rilis berita ini dikeluarkan, keberadaan fisik kapal dan 7 korban lainnya masih belum ditemukan.
‎
‎Tim SAR Gabungan terus mengupayakan perluasan area pencarian.
‎
‎(Daniel Turangan)

PT. BULE ADVENTURE BADUY