logo tb
BeritaDaerahKab. Serdang BedagaiNasionalNewsSumatera UtaraTerkini

Restorasi Marwah Budaya, DPP Himapsi Siap Bentuk Kembali Kepengurusan di Serdang Bedagai

64
×

Restorasi Marwah Budaya, DPP Himapsi Siap Bentuk Kembali Kepengurusan di Serdang Bedagai

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Serdang Bedagai – Sumatera Utara, Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (DPP Himapsi) berkomitmen penuh untuk menghidupkan kembali Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himapsi di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).


‎
‎Langkah strategis ini diambil sebagai wujud tanggung jawab organisasi dalam merawat, mempertahankan, dan mengembalikan marwah kebudayaan Simalungun di tanah bertuah tersebut.
‎
‎Hal ini ditegaskan oleh Ketua DPP Himapsi, Dian Purba Tambak, usai menggelar diskusi intensif terkait pembentukan DPC Himapsi Sergai di Cafe Kijan, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah.
‎
‎”Misi utama kita adalah menjalankan tugas dan tanggung jawab moral untuk mempertahankan kelestarian budaya Simalungun. Oleh karena itu, Himapsi akan terus melebarkan sayap ke wilayah-wilayah yang memiliki basis massa serta hubungan historis dan kultural yang erat dengan masyarakat Simalungun, termasuk Serdang Bedagai,” ujar Dian.
‎
‎Dian menjelaskan bahwa kepengurusan Himapsi sebenarnya pernah eksis di Sergai.
‎
‎Namun, seiring berjalannya waktu dan terjadinya pergantian generasi, roda organisasi sempat vakum akibat terputusnya komunikasi.
‎
‎Momentum kebangkitan ini berhasil diinisiasi kembali berkat kepedulian tekun dari generasi muda lokal di Sergai. DPP Himapsi memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif dan komitmen para pemuda tersebut untuk membangun wadah ini dari hulu.
‎
‎Sebagai organisasi independen yang lahir sejak tahun 1978, Himapsi dirancang untuk berdiri kokoh di atas kaki sendiri demi mengawal eksistensi adat dan budaya.
‎
‎”Kedatangan kami ke Sergai bukan sekadar formalitas, melainkan untuk berdiskusi, bertukar pikiran, dan memberikan pembekalan mengenai tahapan organisasional yang harus dilalui calon pengurus.
‎
‎Target besar kita adalah bagaimana warna, identitas, dan marwah Simalungun kembali memancar di Serdang Bedagai,” tambahnya.
‎
‎Mengingat komunitas masyarakat Simalungun masih tersebar di beberapa kecamatan di Sergai, Dian berharap kepengurusan yang baru nanti dapat tampil lebih eksis, solid, dan mengedepankan asas gotong royong.
‎
‎Ia juga mengingatkan bahwa misi pelestarian budaya ini tidak digerakkan secara tunggal.
‎
‎Himapsi akan terus bersinergi dengan simpul organisasi Simalungun lainnya, seperti Partuha Maujana Simalungun (PMS), Ikatan Keluarga Islam Simalungun (IKEIS), serta elemen keagamaan seperti Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS).
‎
‎”Sebagai representasi pemuda yang enerjik, Himapsi harus menjadi ujung tombak. Kita harus siap mengambil peran dan menghadapi tantangan yang lebih kompleks dalam pelestarian budaya di era modern ini,” tegas Dian.
‎
‎Ke depan, Himapsi menargetkan agar kegiatan kebudayaan Simalungun dapat kembali semarak, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten.
‎
‎Untuk mewujudkan hal tersebut, organisasi sangat membuka ruang kolaborasi yang konstruktif dengan Pemerintah Kabupaten Sergai.
‎
‎Selain fokus pada sektor kebudayaan, Himapsi Sergai nantinya juga diproyeksikan untuk menjalankan fungsi kontrol sosial secara objektif.
‎
‎Dian menggarisbawahi bahwa kontrol sosial yang diusung tidak hanya terbatas pada kritik murni, melainkan juga berwujud pemberian solusi, masukan taktis, serta kontribusi aktif dalam mengawal roda pembangunan di Kabupaten Serdang Bedagai.
‎
‎(Roni P Purba)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Whats-App-Image-2026-09-26-at-21-26-43