logo tb
BantenBeritaDaerahLebakNasionalNewsTerkini

‎Soroti Keluhan Viral Wisatawan, Kepala Desa Kanekes Minta Publik Pisahkan Urusan Homestay dengan Adat Baduy

173
×

‎Soroti Keluhan Viral Wisatawan, Kepala Desa Kanekes Minta Publik Pisahkan Urusan Homestay dengan Adat Baduy

Sebarkan artikel ini

‎Targetberita.co.id Lebak – Banten, Kepala Desa Adat Kanekes sekaligus Jaro Pemerintah masyarakat adat Baduy, Jaro Oom, memberikan klarifikasi tegas terkait viralnya keluhan wisatawan di media sosial.
‎
‎Langkah ini diambil guna meluruskan opini publik agar citra masyarakat adat Baduy tidak ikut dirugikan oleh persoalan yang terjadi di luar wilayah mereka.
‎
‎Polemik ini bermula dari unggahan akun media sosial Dira Mpok Dira yang mengekspresikan kekecewaan mendalam terhadap pelayanan Homestay Kampung Lebak Landeuh.
‎
‎Dalam unggahan yang beredar luas di platform seperti TikTok tersebut, pemilik akun menilai pelayanan yang diberikan pengelola, yang diketahui di bawah naungan YBM.
‎
‎” Pelayanan kurang ramah dan tidak sebanding dengan tarif yang dibayarkan.
‎Sayangnya “.
‎
‎Dalam narasi yang berkembang di jagat maya, nama komoditas adat Baduy ikut terseret karena lokasi penginapan yang berdekatan.
‎
‎Menanggapi hal tersebut, Jaro Oom menyatakan keberatan jika isu pelayanan buruk ini dikaitkan dengan masyarakat adat Baduy.
‎
‎”Kalau sudah ramai seperti ini, dampaknya berimbas ke semua. Masyarakat Baduy ikut terbawa jelek, padahal sama sekali tidak ada hubungannya. Kami meminta agar informasi ini diluruskan supaya tidak terjadi kesesatan informasi di masyarakat,” ujar Jaro Oom saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (9/10/2026).
‎
‎Jaro Oom secara resmi menegaskan bahwa Homestay Kampung Lebak Landeuh secara administratif terletak di Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar.
‎
‎Destinasi penginapan tersebut sama sekali tidak berada di bawah pengelolaan maupun wewenang Pemerintah Desa Kanekes ataupun lembaga adat Baduy.
‎
‎Ia menambahkan bahwa kedekatan geografis antara Desa Bojong menteng dan Desa Kanekes tidak serta-merta menjadikan aktivitas bisnis di wilayah penyangga tersebut sebagai representasi dari masyarakat adat Baduy.
‎
‎Jaro Oom juga mengaku tidak mengetahui ataupun terlibat dalam proses pendirian homestay tersebut sejak awal.
‎
‎Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Homestay Kampung Lebak Landeuh belum memberikan klarifikasi atau penjelasan resmi terkait keluhan yang dialami oleh pengunjung.
‎
‎Pihak redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pengelola penginapan maupun pihak terkait demi keberimbangan informasi yang utuh bagi publik.
‎
‎(Agus Bule / Apiyudin)

Penulis: Agus Bule / ApiyudinEditor: Datur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Whats-App-Image-2026-09-26-at-21-26-43