logo tb
BeritaHukumJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkini

Apresiasi Kinerja Polres Metro Jakbar, Wedri Waldi: Penegakan Hukum Harus Konsisten dan Berkeadilan

94
×

Apresiasi Kinerja Polres Metro Jakbar, Wedri Waldi: Penegakan Hukum Harus Konsisten dan Berkeadilan

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, Pengacara muda yang dikenal kritis terhadap penegakan hukum, Wedri Waldi SH MH, menyampaikan apresiasi terhadap langkah jajaran Polres Metro Jakarta Barat bersama Polda Metro Jaya dan tim gabungan dalam mengungkap serta memberantas peredaran narkotika di wilayah Jakarta Barat.

Apresiasi tersebut menyusul serangkaian operasi penindakan sepanjang September hingga Oktober 2026, mulai dari penyisiran kawasan Kampung Ambon dan Kampung Boncos, pengungkapan laboratorium rahasia yang diduga memproduksi zat berbahaya jenis etomidate, hingga penindakan terhadap dugaan peredaran narkotika dan obat-obatan keras ilegal oleh jajaran polsek.

H. SARMILI, SH., MH.

Menurut Wedri, upaya tersebut merupakan bentuk komitmen aparat penegak hukum dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda.

“Saya mengapresiasi kerja keras jajaran Polres Metro Jakarta Barat beserta seluruh unsur yang terlibat. Pemberantasan narkoba membutuhkan keberanian, ketelitian, dan konsistensi. Ini bukan sekadar persoalan menangkap pelaku, tetapi bagaimana memutus mata rantai peredaran narkotika hingga ke jaringan pemasok dan pengendalinya,” ujar Wedri.

Ia menegaskan, langkah tegas kepolisian patut mendapat dukungan masyarakat, terutama ketika penindakan dilakukan berdasarkan bukti yang sah, profesional, serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Penindakan Harus Berkelanjutan, Jangan Berhenti pada Penggerebekan.

Wedri menilai, operasi di kawasan yang diduga menjadi titik peredaran narkoba harus diikuti dengan pengawasan berkelanjutan.

Pembongkaran lapak, penyitaan barang bukti, dan pengamanan pihak-pihak yang diduga terlibat merupakan bagian penting dari penegakan hukum, tetapi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan.

“Jangan sampai setelah dilakukan penggerebekan, beberapa waktu kemudian aktivitas serupa kembali muncul. Pengawasan pasca penindakan harus diperkuat. Jika masih ditemukan jaringan yang beroperasi, aparat perlu menindaklanjutinya secara profesional dan berdasarkan alat bukti,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan posko pengawasan serta program pemulihan sosial bagi masyarakat di kawasan terdampak juga menjadi langkah penting agar lingkungan tidak kembali dimanfaatkan sebagai tempat transaksi maupun penyalahgunaan narkotika.

Bongkar Jaringan hingga ke Aktor Utama
Terkait pengungkapan laboratorium rahasia yang diduga memproduksi etomidate untuk digunakan dalam cartridge rokok elektrik, Wedri mengingatkan bahwa modus peredaran zat berbahaya semakin berkembang dan membutuhkan kemampuan penyelidikan yang adaptif.

Ia mendorong kepolisian untuk menelusuri seluruh mata rantai perkara, mulai dari asal bahan baku, proses produksi, distribusi, hingga pihak yang diduga mengendalikan dan memperoleh keuntungan dari bisnis ilegal tersebut.

“Jangan hanya berhenti pada pelaku lapangan. Apabila bukti mendukung, telusuri pemasok, pengendali, jalur distribusi, dan aliran dananya. Penegakan hukum harus menyasar jaringan yang lebih luas agar peredaran narkoba benar-benar dapat ditekan,” ungkapnya.

Wedri juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam penanganan perkara.

Setiap orang yang diamankan tetap harus diperlakukan sesuai hukum dan asas praduga tak bersalah sampai kesalahannya terbukti melalui proses peradilan.

Apresiasi Bukan Berarti Menghilangkan Fungsi Kontrol

Sebagai praktisi hukum, Wedri menegaskan bahwa dukungan terhadap kepolisian harus berjalan beriringan dengan pengawasan publik.

Apresiasi diberikan atas langkah penegakan hukum yang profesional, sedangkan kritik konstruktif tetap diperlukan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.

“Ketika aparat bekerja dengan baik, kita patut memberikan apresiasi. Namun, dukungan masyarakat juga harus menjadi motivasi agar kinerja terus ditingkatkan. Kritik yang objektif bukan untuk melemahkan institusi, melainkan untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap penegakan hukum,” katanya.

Ia turut mengajak masyarakat, tokoh lingkungan, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan keluarga untuk berperan aktif dalam mencegah peredaran narkoba, termasuk melalui edukasi, pelaporan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, serta dukungan pemulihan bagi korban penyalahgunaan.

Wedri: Terus Bergerak, Lindungi Generasi Muda

Menutup pernyataannya, Wedri Waldi SH MH memberikan semangat kepada jajaran Polres Metro Jakarta Barat agar terus menjalankan tugas dan fungsi kepolisian secara konsisten dalam menjaga keamanan dan memberantas peredaran narkotika.

“Terus bergerak, tetap profesional, dan jangan pernah lelah melindungi masyarakat. Kami mendukung langkah kepolisian yang tegas, terukur, transparan, dan berkeadilan. Berantas jaringan narkoba berdasarkan bukti dan hukum yang berlaku. Masa depan generasi muda harus kita selamatkan bersama,” pungkasnya.

Menurut Wedri, pemberantasan narkoba tidak dapat dibebankan kepada kepolisian semata. Sinergi aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci agar upaya penindakan tidak berhenti sebagai operasi sesaat, tetapi mampu menciptakan lingkungan Jakarta Barat yang lebih aman dan terbebas dari ancaman peredaran narkotika.

(Daniel Turangan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Whats-App-Image-2026-09-26-at-21-26-43