Opini
Oleh : Daniel Turangan
Targetberita.co.id Tangerang – Banten, Di tengah derasnya arus digitalisasi dan fenomena banjir informasi (information overload), kredibilitas serta kualitas wartawan kini menjadi sorotan utama.
Pers tidak hanya dituntut untuk adaptif terhadap teknologi, tetapi juga wajib mempertahankan integritas sebagai pilar keempat demokrasi sekaligus pemilah kebenaran di tengah maraknya informasi palsu (hoax).
Kredibilitas seorang wartawan tidak dapat dibangun secara instan.
Fondasi utama dari kepercayaan publik terletak pada kepatuhan mutlak terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ), sikap independen yang bebas dari intervensi politik maupun pemilik modal, serta akuntabilitas yang tinggi dalam setiap pemberitaan.
Selain integritas, kualitas kompetensi insan pers menjadi penentu mutu produk jurnalistik yang dihasilkan. Di era modern, standar kualitas wartawan kini diukur dari beberapa aspek krusial:
• Ketajaman Verifikasi: Kemampuan melakukan checks and balances serta fact-checking secara berlapis, alih-alih hanya mengejar kecepatan demi umpan klik (clickbait).
• Standardisasi Kompetensi: Kepemilikan sertifikasi resmi melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai bukti kelayakan profesi.
• Keahlian Multimedia: Penguasaan jurnalisme berbasis data, visual, dan audio tanpa mengurangi kedalaman substansi investigasi.
Tantangan pers hari ini kian kompleks.
Tuntutan bisnis media yang mengutamakan traffic sering kali berbenturan dengan prinsip akurasi.
Ditambah lagi, kehadiran media-media tidak resmi yang mengabaikan kaidah jurnalistik turut mengaburkan persepsi masyarakat terhadap profesi wartawan yang sesungguhnya.
Menyikapi dinamika ini, seluruh elemen pers nasional dihimbau untuk terus memperkuat komitmen profesionalisme. Kredibilitas dan kualitas adalah investasi jangka panjang.
Hanya dengan menjaga dua aspek inilah, pers dapat terus menjalankan fungsinya sebagai pengontrol sosial yang tepercaya, mencerahkan kehidupan bangsa, dan menjaga iklim demokrasi yang sehat.
(Red)














