Targetberita.co.id Bengkulu Utara – Bengkulu, Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi “Tri Muda” menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu, Senin siang (6/4)2026).
Massa yang terdiri dari kader HMI, GMNI, dan GMKI ini membawa 13 poin tuntutan krusial yang menyoroti isu nasional hingga problematika lokal di Bumi Rafflesia.
Massa memulai aksi dengan melakukan long march dari Taman Budaya sekitar pukul 14.30 WIB. Setibanya di gerbang DPRD, situasi sempat memanas.
Ketegangan memuncak saat massa melakukan aksi dorong dengan aparat keamanan dan membakar ban sebagai simbol protes atas kegelisahan rakyat yang dinilai tidak didengar.
Soroti Dominasi Militer dan Penegakan Hukum
Dalam orasinya, para demonstran menuntut konsistensi supremasi sipil. Mereka mendesak revisi UU TNI dan menolak rencana pembangunan 750 batalion di Indonesia karena dianggap memperkuat peran militer di ranah sipil.
“Kami menuntut reformasi total di tubuh Polri agar tercipta penegakan hukum yang transparan dan berpihak pada rakyat, bukan kepentingan golongan,” tegas salah satu orator di atas mobil komando.
Aliansi Tri Muda juga mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU Perampasan Aset dan menuntut pengusutan tuntas kasus kekerasan yang menimpa Andrie Yunus.
Isu Lokal: Tolak Tambang Emas Bukit Sanggul
Selain isu nasional seperti penolakan kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kesejahteraan guru honorer, mahasiswa menekan DPRD Provinsi Bengkulu untuk menyelesaikan konflik agraria dan menindak tegas praktik KKN.
Salah satu tuntutan paling mendesak adalah penolakan keras terhadap rencana pembangunan Tambang Emas Bukit Sanggul di Kabupaten Seluma yang dinilai berpotensi merusak ekosistem dan ruang hidup masyarakat lokal.
Tuntutan Diterima Anggota Dewan
Aksi yang berlangsung hingga sore hari tersebut akhirnya membuahkan hasil saat 9 anggota DPRD Provinsi Bengkulu bersedia keluar menemui massa.
Ke-13 poin tuntutan diserahkan secara langsung untuk segera ditindaklanjuti ke tingkat pusat maupun daerah.
Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal janji para wakil rakyat tersebut.
”Jika suara ini tetap diabaikan, kami pastikan perjuangan ini tidak akan berhenti di sini,” tutup koordinator aksi sebelum membubarkan diri dengan tertib.
Ringkasan 13 Tuntutan Aliansi Tri Muda:
1. Percepatan Reformasi Total Polri.
2. Revisi UU TNI demi supremasi sipil.
3. Tolak rencana pembangunan 750 batalion baru.
4. Pengesahan segera RUU Perampasan Aset.
5. Usut tuntas kasus penyiraman air keras Andrie Yunus.
6. Hentikan kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG).
7. Peningkatan kesejahteraan guru honorer.
8. Penuntasan konflik agraria di Bengkulu.
9. Tolak Pembangunan Tambang Emas Bukit Sanggul (Seluma).
10. Berantas KKN di Pemerintahan Daerah Bengkulu.
11. Jamin hak-hak Tenaga Harian Lepas (THL).
12. Usut polemik tata ruang Bengkulu.
13. Transparansi penggunaan anggaran daerah.
(Johan SP)
Aliansi Mahasiswa Bengkulu Serbu Kantor DPRD, Layangkan 13 Tuntutan dari Reformasi Polri hingga Tolak Tambang Emas













