logo tb
BeritaDaerahJawa TimurNasionalNewsOlahragaSurabayaTerkini

Banteng Jatim FC U-17 tampil impresif usai menang 5-0 atas Gresik United Academy jelang Soekarno Cup 2026

78
×

Banteng Jatim FC U-17 tampil impresif usai menang 5-0 atas Gresik United Academy jelang Soekarno Cup 2026

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Surabaya – Jawa Timur, Banteng Jatim FC U-17 menunjukkan sinyal kuat jelang tampil di Soekarno Cup 2026.

Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (16/5/2026), tim muda Jawa Timur itu tampil dominan dan membungkam Gresik United Academy U-17 dengan skor telak 5-0.

Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23

Kemenangan tersebut sekaligus memperpanjang tren positif Banteng Jatim FC U-17 dalam rangkaian laga uji coba menuju turnamen antarprovinsi paling bergengsi di level usia muda itu.

Sebelumnya, mereka sukses menahan imbang Persebaya U-17 dengan skor 2-2 dan menang telak 5-0 atas Indonesia Muda Surabaya.

Manajer Banteng Jatim FC U-17, Daniel Rohi, menilai perkembangan tim merupakan hasil proses latihan yang berjalan konsisten selama beberapa bulan terakhir.

“Kami yakin tim ini akan semakin matang mencapai puncak performa saat Soekarno Cup 2026 digelar,” ujar Daniel Rohi, Senin (18/5/2026).

Pada laga melawan Gresik United Academy U-17, Banteng Jatim FC U-17 mulai menemukan ritme permainan sejak pertengahan babak pertama.

Permainan cepat satu hingga dua sentuhan menjadi ciri utama mereka sepanjang pertandingan.

Dua gol dicetak talenta muda asal Kediri, Zevando Chievo. Tiga gol lainnya lahir lewat kaki Fais Firdaus dari Bangkalan, Panji Al Mukdor asal Sidoarjo, dan M. Rifki Aditya dari Surabaya.

Tim muda binaan DPD PDI Perjuangan Jatim itu tampil agresif dengan pola permainan modern berbasis penguasaan ruang.

Saat membangun serangan, dua bek tengah membuka ruang progresi vertikal kepada double pivot, sementara fullback beberapa kali melakukan underlap untuk menciptakan overload di area tengah.

Pemain sayap menjaga lebar lapangan guna membuka ruang antarlini pertahanan lawan.

Pelatih Banteng Jatim FC U-17, Anies Septyawan, mengatakan para pemain mulai memahami identitas permainan yang ingin dibangun tim.

Menurutnya, pendekatan taktikal berbasis positional play mulai bisa diterjemahkan pemain di lapangan.

“Kami ingin tim mampu mengontrol ruang, bukan hanya bola. Jadi pemain tidak bergerak sembarangan, tetapi menjaga occupation space dan menciptakan superiority di area tertentu,” ujarnya.

Banteng Jatim menggunakan formasi dasar 4-2-3-1 yang berubah dinamis menjadi 4-3-3 ketika build-up progresif dan 3-5-2 saat memasuki fase menyerang.

Skema tersebut membuat alur serangan mereka terlihat lebih fleksibel dan cair.

Selain penguasaan bola, Banteng Jatim FC U-17 juga mulai menerapkan prinsip gegenpressing ketika kehilangan bola.

Begitu kehilangan penguasaan, para pemain langsung melakukan counter-press untuk memutus progresi serangan lawan.

Menurut Anies, organisasi pressing kini mulai terbentuk berdasarkan trigger tertentu, seperti back pass, first touch buruk, atau posisi tubuh lawan yang tertutup.

“Kami ingin membuat pressing Banteng Jatim lebih terorganisasi dan bukan sekadar mengejar bola,” katanya.

Ia juga menyebut pemain mulai terbiasa melakukan scanning sebelum menerima bola sehingga progresi permainan berjalan lebih cepat dibanding laga-laga sebelumnya.

Meski tampil impresif, Anies mengakui masih ada beberapa aspek yang perlu dibenahi, terutama kondisi fisik dan decision making pemain di lapangan.

“Decision making sangat penting di era sepak bola modern. Kami masih melihat ada kekurangan di aspek itu,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Manajer Eri Irawan menilai chemistry antarpemain semakin berkembang.

Menurutnya, pemain kini mulai memahami kapan harus bermain direct, kapan mengontrol tempo, hingga kapan menciptakan overload di area-area penting pertandingan.

Soekarno Cup 2026 dijadwalkan berlangsung Agustus mendatang di Surabaya, Bangkalan, dan Gresik.

Turnamen pembinaan usia muda yang digelar DPP PDI Perjuangan itu akan diikuti 16 region/provinsi dari seluruh Indonesia.

Banteng Jatim FC U-17 berstatus juara bertahan setelah sukses menjuarai edisi 2025 di Bali.

Kini, dengan performa yang terus menanjak, tim muda Jawa Timur itu mulai menunjukkan sinyal siap mempertahankan tradisi prestasi mereka di kandang sendiri.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *