banner
BeritaHukumMetropolitanNasionalNewsPolitik

Diam atau mati, intimidasi yang didapat oleh Najwa Shihab

427
×

Diam atau mati, intimidasi yang didapat oleh Najwa Shihab

Sebarkan artikel ini

Target Berita.co.id Jakarta, Jurnalis ternama Najwa Shihab Intimidasi diam atau mati yang diterima Najwa Shihab selaku sosok wartawati dan tim tidak luput dari tekanan politik, hal ini seperti yang diungkapkan Sekretaris DPP PDIP danjuga Sekretaris Tim Pemenangan Nasional (TPN) Hasto Kristiyanto.

Dikutib dari Onlineindo.tv, Hasto yang menyebutkan jurnalis jmenerima intimidasi selama pelaksanaan pilpres 2024, “Masa Mbak Najwa saja menerima intimidasi, Mbak Nana (sapaan Najwa Shihab) yang memandu acara Mata Najwa diintimidasi, selain itu akun Mbak Nana dan pengikutnya ada 31 dalam kelompok Narasi ini sudah diretas, dan menerima ancaman mau diam atau mati, kata Hasto.

Ia juga mengatakan berbagai elemen bangsa dari ketua rukun tetangga (RT), kepala desa, tiktoker, sampai pengusaha menerima intimidasi selama pelaksanaan Pilpres 2024., tutur Hasto dalam sambutannya setelah meresmikan kantor TPD Ganjar-Mahfud Jawa Barat di Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung (24/12/2023).

Dia mengajak kader partai pengusung Ganjar-Mahfud mau melawan setiap ancaman termasuk membela Najwa yang menerima tekanan, “Apakah kita membiarkan ancaman ini? Apakah kita akan membiarkan ancaman terhadap Mbak Najwa,” kata dia yang dijawab tidak oleh para sukarelawan dan kader parpol pengusung yang hadir dalam peresmian kantor TPD Ganjar-Mahfud Jawa Barat.
Dia di sisi lain kemudian membandingkan tekanan dari Najwa Shihab dengan cepat lenyapnya video capres nomor urut dua Prabowo Subianto yang menarik jaket Menteri Investasi Indonesia Bahlil Lahadalia.

Menurut dia, sikap Prabowo menarik jaket Bahlil menunjukkan eks Danjen Kopassus itu tidak mirip dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tak pernah berperilaku kasar.

“Video-video itu dilenyapkan. Ini menunjukkan bahwa mereka yang berperilaku kasar bukan Jokowi, Prabowo bukan Jokowi,” katanya.

Adapun acara peresmian kantor dihadiri Ketua TPD (TPD) Ganjar-Mahfud Jabar Ono Surono dan Ketua Dewan Penasihat TPD Ganjar-Mahfud TB Hasanuddin.

Tampak juga para petinggi parpol pengusung Ganjar-Mahfud dari PDI Perjuangan seperti Ineu Purwadewi Sundari dan Adian Napitupulu, dari PPP, Perindo, dan Hanura hadir dalam acara peresmian kantor TPD Ganjar-Mahfud Jawa Barat. Begitupun perwakilan sukarelawan maupun simpatisan seperti budayawan seperti Budi Dalton, Ari Subagja, Eka Santosa juga hadir dalam peresmian kantor.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *