logo tb
BatamBeritaDaerahKepulauan RiauNasionalNewsTerkini

‎Diduga Usir Keluarga Pasien di IGD, Oknum Sekuriti RSUD Embung Fatimah Batam Disorot

102
×

‎Diduga Usir Keluarga Pasien di IGD, Oknum Sekuriti RSUD Embung Fatimah Batam Disorot

Sebarkan artikel ini

‎Targetberita.co.id Batam – Kepulauan Riau, Pelayanan publik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Kota Batam kembali menjadi sorotan.

‎Seorang oknum petugas keamanan (sekuriti) berinisial B diduga melakukan tindakan tidak menyenangkan dengan mengusir keluarga pasien yang sedang menunggu di area Instalasi Gawat Darurat (IGD), Senin (1/6/2026) malam.

‎Peristiwa tersebut dialami langsung oleh Pimpinan Redaksi RBNnews.co.id, Rico Yuliansyah, saat sedang menjenguk adik kandungnya yang tengah mendapatkan perawatan medis darurat.

‎Rico menuturkan, kejadian bermula saat ia terpaksa duduk bersandar di dinding koridor IGD karena minimnya fasilitas tempat duduk bagi keluarga pasien.

‎Tidak lama berselang, adiknya yang lain datang mengantarkan makanan.

‎Saat itulah, oknum sekuriti tersebut datang dan langsung menegur dengan nada tinggi.

‎”Petugas tersebut meminta saya keluar dengan ketus dan pandangan melotot, alasan mereka hanya satu orang keluarga yang boleh menunggu,” ujar Rico saat memberikan keterangan, Selasa (2/6/2026).

‎Situasi sempat memanas di luar gedung IGD saat Rico mencoba meminta klarifikasi terkait cara penyampaian petugas yang dinilai tidak humanis.

‎Bukannya meredam situasi, oknum sekuriti tersebut justru merespons dengan sikap menantang.

‎Aksi tersebut juga disaksikan oleh sejumlah petugas keamanan lain dan keluarga pasien yang berada di lokasi.

‎Sebagai bagian dari aktivis pemerhati kebijakan publik, Rico mengecam keras arogansi petugas lapangan di rumah sakit milik pemerintah tersebut.

‎Ia mendesak Direktur RSUD Embung Fatimah dan Dinas Kesehatan Kota Batam untuk segera mengevaluasi total sistem pelayanan, baik di sektor administratif, keamanan, maupun medis.

‎”Kami meminta Direktur RSUD bertindak tegas. Segera evaluasi dan jika perlu pecat oknum yang tidak memiliki etika pelayanan seperti itu. Rumah sakit adalah institusi pelayanan publik, petugas harusnya mengedepankan empati, bukan arogansi,” tegas Rico.

‎Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya menghubungi Direktur RSUD Embung Fatimah dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam untuk mendapatkan konfirmasi serta tanggapan resmi terkait insiden ini.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *