logo tb
BeritaDaerahHukumKab. Tapanuli UtaraKejaksaan / KPKNasionalNewsSumatera UtaraTerkini

Estafet Kepemimpinan di Kejati Bengkulu: Saiful Bahri Siregar Warisi Sederet Kasus Korupsi Kakap ‎

89
×

Estafet Kepemimpinan di Kejati Bengkulu: Saiful Bahri Siregar Warisi Sederet Kasus Korupsi Kakap ‎

Sebarkan artikel ini

‎Targetberita.co.id Bengkulu Utara – Bengkulu,  Tajuk kepemimpinan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu resmi berganti, Rabu (15/4/2026).

‎Saiful Bahri Siregar kini menahkodai institusi tersebut menggantikan Victor Antonius Saragih Sidabutar, yang mendapat promosi jabatan sebagai Deputi Eselon I di Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus).

‎Namun, pergantian ini bukan sekadar rotasi rutin. Saiful Bahri langsung dihadapkan pada tumpukan pekerjaan rumah (PR) besar terkait dugaan korupsi dan penyimpangan infrastruktur yang hingga kini masih menjadi sorotan tajam publik Bengkulu.

‎Salah satu kasus yang mendesak untuk dituntaskan adalah laporan dugaan penyimpangan proyek Pembangunan Pengaman Pantai Kritis di Kabupaten Bengkulu Utara Tahun Anggaran 2023.

‎Proyek senilai Rp. 20,3 miliar yang dikerjakan oleh PT Naga Sakti Konstruksi ini telah dilaporkan oleh Ormas Maju Bersama Bengkulu (MPN-OMBB) sejak Juli 2024.

‎Proyek tersebut diduga kuat tidak memenuhi Rencana Anggaran Biaya (RAB), spesifikasi teknis, serta gambar desain yang telah ditentukan.

‎”Kami mendesak agar laporan ini segera diproses secara transparan. Jangan sampai penegakan hukum terkesan jalan di tempat,” tegas Ketua Umum MPN-OMBB, M. Diamin.

‎Daftar Kasus Besar yang Menanti
‎Selain proyek pengaman pantai, Kajati Saiful Bahri juga diuji oleh sejumlah perkara krusial lainnya, di antaranya:

‎Korupsi Replanting Sawit: Kasus peremajaan sawit Bengkulu Utara kloter kedua yang diduga merugikan negara belasan miliar rupiah.

‎Skandal Aset Ketahun: Dugaan jual-beli aset Pemerintah Provinsi Bengkulu di Kecamatan Ketahun yang menyeret nama Ketua DPRD Bengkulu Utara, Parmin, SP.

‎Kegagalan Infrastruktur Seluma: Ambruknya jembatan senilai Rp. 16 miliar di Kabupaten Seluma yang memicu keraguan publik atas kualitas pengawasan proyek.

‎Proyek Jalan Padang Betuah–Perbo: Dugaan manipulasi item pekerjaan melalui adendum pada akhir masa kontrak Januari 2026 senilai lebih dari Rp. 51 miliar.

‎Publik kini menaruh harapan besar di pundak Saiful Bahri Siregar.

‎Momentum serah terima jabatan ini diharapkan menjadi titik balik bagi Kejati Bengkulu untuk menunjukkan taringnya dalam pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu.

‎Akselerasi penanganan kasus dan kepastian hukum menjadi indikator utama keberhasilan Saiful dalam memimpin Kejati Bengkulu ke depan. Masyarakat menunggu langkah nyata, bukan sekadar janji di atas kertas.

‎(Johan SP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *