Targetberita.co.id Jakarta, Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung meriah di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Sabtu (17/8/2026).
Rangkaian peringatan kemerdekaan tahun ini memadukan kekhidmatan upacara kenegaraan, parade, serta beragam pertunjukan seni dan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.
Ribuan tamu undangan dan masyarakat turut menyaksikan rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari.
Kirab Bendera Pusaka dan Teks Proklamasi
Rangkaian kegiatan diawali dengan Kirab Bendera Pusaka dan Teks Proklamasi dari kawasan Monumen Nasional menuju Istana.
Prosesi tersebut dikawal 45 personel Polisi Militer menggunakan sepeda motor listrik, yang melambangkan angka tahun kemerdekaan Indonesia, 1945.
Suasana kirab semakin semarak dengan penampilan Drum Corps Pelopor Cendrawasih Akademi Kepolisian (Akpol).
Salah satu perhatian utama dalam prosesi tersebut adalah Kereta Kencana Garuda Prabayaksa yang ditarik delapan ekor kuda dan dikawal 114 personel Resimen Kavaleri Berkuda Ronggolawe.
Kereta tersebut membawa Bendera Pusaka dan Teks Proklamasi yang diantarkan oleh dua Purna Paskibraka, Sultana Najwa dan Aliah Sakira, menuju halaman Istana Merdeka.
Upacara Detik-Detik Proklamasi
Upacara Detik-Detik Proklamasi dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan pembacaan Naskah Proklamasi. Puncak upacara ditandai dengan pengibaran Bendera Merah Putih oleh Tim Paskibraka Nasional “Indonesia Berdaulat”.
Celina Olivia Apriani Theo, siswi SMKN 5 Pontianak dari Provinsi Kalimantan Barat, mendapat tugas membawa baki bendera dalam prosesi pengibaran.
Dalam rangkaian pengibaran bendera, M. Aryo Wira Zandhyka dari Bengkulu bertugas sebagai pembentang, I Nyoman Harya Dhanurendra Darmamukti dari Kalimantan Selatan sebagai pengerek, serta Achmad Fachri Mubarok dari Jambi sebagai Komandan Kelompok 8.
Pengibaran Sang Merah Putih berlangsung khidmat dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Presiden Prabowo Tekankan Kedaulatan dan Kemandirian Indonesia
Dalam amanatnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah pesan strategis mengenai arah pembangunan Indonesia.
Salah satu penekanan utama adalah kedaulatan pangan dan energi. Pemerintah menegaskan pentingnya mempercepat pencapaian swasembada pangan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional agar Indonesia semakin mandiri dan tidak bergantung pada rantai pasok global.
Presiden juga menekankan pentingnya hilirisasi sumber daya alam sebagai bagian dari strategi meningkatkan nilai tambah ekonomi di dalam negeri.
Pengelolaan sumber daya nasional diarahkan agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat, bukan sekadar melalui ekspor bahan mentah.
Selain itu, agenda pemberantasan kemiskinan, efisiensi anggaran, pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara, serta pemberantasan korupsi turut menjadi bagian penting dalam pesan pembangunan nasional.
Program sosial prioritas, termasuk program makan bergizi gratis, juga menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Presiden mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda, untuk menjaga persatuan nasional dan mengesampingkan perbedaan politik demi keberlanjutan pembangunan.
Dalam bidang hubungan internasional, Indonesia kembali menegaskan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif, dengan tetap membangun hubungan persahabatan dengan berbagai negara sekaligus memperjuangkan kepentingan nasional dan perdamaian dunia.
Semarak Seni dan Budaya Nusantara
Setelah upacara pagi, rangkaian peringatan kemerdekaan dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya.
Kris Dayanti dan Melly Goeslaw tampil membawakan sejumlah lagu nasional dengan iringan orkestra Gita Bahana Nusantara (GBN).
Keberagaman budaya Indonesia juga ditampilkan melalui kehadiran sejumlah seniman dari berbagai daerah. Juan Reza membawakan lagu “Pica-Pica” bernuansa Timur yang disambut meriah oleh para penonton.
Verry Klau, komika sekaligus musisi asal Nusa Tenggara Timur, turut tampil dengan lagu “Veronika Ko” yang liriknya disesuaikan dengan nuansa nasionalisme. Penampilan tersebut melibatkan Jasmine Salwa Aleea dan Keysa Christine.
Pertunjukan juga menampilkan Savia Aulia Rahmawati atau Savia Sinden Cilik, seorang sinden berusia 14 tahun penyandang disabilitas.
Ia membawakan tembang daerah dan tampil dalam duet lagu “Tanah Airku”.
Dari Jawa Timur, Sanggar Seni Lestari Widodo Wiryotomo (LWW) dari Tulungagung menghadirkan sekitar 100 penari dalam pertunjukan tari kolosal yang memadukan Tari Remo, Jaranan, Tari Glipang, dan Topeng Malang.
Pertunjukan budaya lainnya antara lain Tari Kolosal “Jagat Borneo” dari Kalimantan Barat serta Tari Lengger Banyumasan dari Jawa Tengah yang melibatkan generasi muda dari daerah masing-masing.
Upacara Penurunan Bendera
Rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ditutup dengan Upacara Penurunan Bendera pada sore hari oleh Tim Paskibraka “Indonesia Adil Makmur”.
Neeltje Deliana Insjowi Werimon dari Provinsi Papua mendapat tugas sebagai pembawa bendera.
Sementara itu, petugas penurunan bendera terdiri atas Mirza Rafi Navazani dari Kalimantan Barat, Maharazthu Rizqhy Ramadhana Chubuyana dari Nusa Tenggara Barat, dan Atanasius Meyllano Frans Yogar dari Nusa Tenggara Timur.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan musik yang menghadirkan Amora Lemos bersama ibunya, Kris Dayanti, serta penampilan Vina Panduwinata, Rizky Febian, dan Elfa’s Singers.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, kemandirian, dan optimisme dalam melanjutkan pembangunan nasional sekaligus merayakan keberagaman budaya sebagai kekuatan bangsa Indonesia.
(Agus)














