logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkini

Kongres Luar Biasa MKB Resmi Ubah Nama Jadi Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi, Fauzi Bowo Tetap Memimpin

36
×

Kongres Luar Biasa MKB Resmi Ubah Nama Jadi Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi, Fauzi Bowo Tetap Memimpin

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, Kongres Luar Biasa Majelis Kaum Betawi (MKB) menghasilkan keputusan bersejarah bagi masyarakat ibu kota.

Forum yang digelar di Hotel Grand Alia Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2026), secara bulat menyepakati perubahan nomenklatur MKB menjadi Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi.

Paket Edukasi

Kesepakatan ini sekaligus meneguhkan posisi Dr. Ing. H. Fauzi Bowo sebagai ketua dengan gelar adat Datuk Muallim Ahlul Adat, guna menindaklanjuti amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta.

Keputusan ini menjadi tonggak baru pelembagaan masyarakat Betawi.

Sidang yang dipimpin Ketua Steering Committee Anas Mahrup tersebut menetapkan kaidah dasar lembaga baru.

Dalam forum yang dihadiri 102 peserta dari berbagai unsur ormas Betawi ini, Fauzi Bowo kembali mendapat mandat kepemimpinan.

Ia juga dianugerahi gelar kehormatan yang mencerminkan akar sejarah Melayu dalam budaya Betawi.

Perubahan nama dari Majelis Kaum Betawi menjadi Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi tidak dilakukan secara instan.

Fauzi Bowo menjelaskan, forum ini merupakan kelanjutan dari serangkaian prakongres yang digelar berbagai ormas Betawi untuk mencari format kelembagaan yang tepat.

Ia menekankan bahwa keputusan kongres sebelumnya yang menggunakan diksi berbeda, hanya dapat diubah melalui mekanisme kongres baru.

Proses ini dianggap krusial untuk menyelaraskan keberadaan lembaga adat dengan regulasi terbaru.

Karena kongres sebelumnya menggunakan diksi yang berbeda, maka keputusan kongres yang satu hanya bisa diubah melalui keputusan kongres, ujar Fauzi Bowo di sela-sela sidang.

Ia menambahkan, kehadiran para peserta dalam Kongres Luar Biasa ini merupakan perwakilan dari berbagai ormas, bukan hasil pengerahan massa.

Hal ini menegaskan bahwa keputusan yang diambil murni berdasarkan musyawarah mufakat tokoh dan perwakilan masyarakat Betawi.

Ketua Bamus Betawi 1982, H. Zainuddin, menyebut kesepakatan ini sebagai momentum yang dinantikan tidak hanya oleh masyarakat Betawi, tetapi juga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ia memastikan bahwa penundaan pengukuhan yang sempat terjadi murni berkaitan dengan tertib administrasi, bukan persoalan substantif.

Zainuddin menargetkan, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan segera mengukuhkan lembaga baru ini di Balai Kota pada Jumat pekan depan.

Dengan demikian, lembaga ini dapat segera beroperasi sebagai mitra strategis pemerintah.

Luar biasa, ini pertemuan yang ditunggu-tunggu. Bukan hanya oleh kaum Betawi, tetapi juga ditunggu langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Mas Pramono Anung, ucap Zainuddin saat menutup sidang kongres.

(Agus)

PT. BULE ADVENTURE BADUY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PT. BULE ADVENTURE BADUY