logo tb
BeritaDaerahLampungNasionalNewsPringsewuTerkini

Menguji Transparansi Proyek Swakelola TK ABA Patoman di Tengah Sorotan Masyarakat

64
×

Menguji Transparansi Proyek Swakelola TK ABA Patoman di Tengah Sorotan Masyarakat

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Pringsewu – Lampung, Proyek revitalisasi gedung PAUD/TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Patoman, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, kini tengah menjadi sorotan hangat masyarakat dan kalangan pendidik setempat.
‎
‎Proyek swakelola bernilai lebih dari Rp. 480 juta tersebut dinilai kurang transparan dalam pengelolaan operasionalnya.
‎
‎Sorotan publik bermula dari struktur kepanitiaan pembangunan, di mana posisi Kepala Sekolah dan Bendahara Pembangunan dijabat oleh pasangan suami-istri.
‎
‎Kondisi ini memicu kekhawatiran dari sejumlah pihak mengenai potensi konflik kepentingan, terlebih para guru di sekolah tersebut mengaku tidak dilibatkan dalam proses perencanaan dan alokasi anggaran fisik.
‎
‎”Wajar jika muncul pertanyaan. Pihak sekolah tidak terbuka mengenai rincian anggaran. Jika melihat kondisi fisik bangunan, anggaran sebesar itu dinilai terlalu besar karena hanya digunakan untuk perbaikan kusen, atap baja ringan, plafon, dan keramik di tiga ruang kelas kecil, tanpa adanya perbaikan dinding,” ujar seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
‎
‎Selain masalah transparansi, kualitas material yang digunakan juga tak luput dari kritik.
‎
‎Kusen jendela dan pintu diduga menggunakan material kayu kelas bawah, serta pemilihan lantai keramik yang dinilai di bawah standar anggaran yang dikucurkan.
‎
‎Beredar pula isu miring mengenai dugaan adanya dana koordinasi kepada pihak tertentu untuk mengamankan jalannya proyek.
‎
‎Klarifikasi Kepala Sekolah
‎Menanggapi tudingan tersebut, Kepala TK ABA Patoman, Dwi Haryono, memberikan klarifikasi langsung saat ditemui di lingkungan sekolah, Senin (6/10/2026).
‎
‎Ia menegaskan bahwa penunjukan istrinya sebagai bendahara pembangunan telah melalui mekanisme resmi organisasi.
‎
‎”Penunjukan bendahara itu mutlak keputusan dari pihak Yayasan Muhammadiyah. Dalam kepanitiaan pelaksana, kami juga melibatkan unsur organisasi Muhammadiyah secara terstruktur,” jelas Dwi Haryono.
‎
‎Terkait spesifikasi material, Dwi membantah adanya penurunan kualitas (markdown).
‎
‎Ia mengklaim seluruh pengerjaan, termasuk pemasangan keramik, telah berjalan sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang ditetapkan.
‎
‎”Pengawas dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu secara berkala turun ke lapangan untuk memantau perkembangan. Semua sudah sesuai aturan. Untuk bagian atap baja ringan, pengerjaannya juga kami serahkan kepada pihak pemborong profesional dari Gadingrejo,” tambahnya.
‎
‎Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu, baik Kepala Bidang PAUD maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terkait, belum dapat dihubungi untuk memberikan tanggapan resmi mengenai pengawasan proyek swakelola ini.
‎
‎(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Whats-App-Image-2026-09-26-at-21-26-43