Targetberita.co.id Denpasar – Bali, Di tengah padatnya aktivitas profesional dan akademik, Dr. Drs. Nengah Renaya, S.H., S.Pd., M.Kn., M.Hum. resmi mengemban amanah baru sebagai Ketua Dewan Pakar DPD Partai Hanura Bali periode 2025–2030.
Bagi sosok multi-gelar yang juga berprofesi sebagai Notaris, Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), dan Pejabat Lelang Kelas II ini, politik bukanlah ajang berburu jabatan, melainkan jembatan untuk memperluas kontribusi bagi masyarakat luas.
”Saya memiliki pemikiran untuk berbuat lebih banyak bagi orang banyak. Ketika kita berpikir dan bertindak untuk kepentingan publik, sesungguhnya kita sedang memberikan manfaat yang jauh lebih luas bagi kehidupan,” ujar Renaya saat ditemui pada Minggu (27/9/2026).
Rekam jejak Renaya di Partai Hanura terbilang solid. Bergabung sejak tahun 2009, ia memilih untuk tetap setia dan konsisten di bawah panji Hanura.
Baginya, konsistensi jauh lebih bernilai daripada sekadar berpindah-pindah kendaraan politik.
Ia menilai Hanura berhasil menyediakan ruang yang demokratis bagi setiap kader untuk berkarya sesuai dengan kapasitas terbaiknya.
Di luar panggung politik, Renaya dikenal luas sebagai akademisi yang sangat produktif.
Ia aktif mengajar di Program Magister Kenotariatan dan Fakultas Hukum Universitas Udayana, Universitas Warmadewa, serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.
Dedikasi akademisnya teruji lewat perannya sebagai pembimbing, penguji, hingga moderator dalam berbagai seminar nasional dan internasional, termasuk di tingkat ASEAN.
Menariknya, semangat belajar pria yang gemar menulis puisi ini tidak pernah surut.
Setelah menyelesaikan berbagai jenjang pendidikan di bidang ekonomi, hukum, kenotariatan, hingga bahasa Inggris, Renaya kini tengah menempuh program doktor (S3) bidang Linguistik Bahasa Inggris di Universitas Udayana.
Perjalanan hidup yang mengagumkan ini berakar dari latar belakang yang sangat bersahaja.
Lahir dari keluarga petani di Desa Tinggarsari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Renaya kecil terbiasa membantu orang tuanya berjualan jajanan tradisional seperti laklak dan pisang rai.
Sejak lulus SMA, ia memberanikan diri merantau secara mandiri dan membiayai kuliahnya sendiri dari hasil bekerja di kantor notaris.
Etos kerja dan kecintaan pada ilmu pengetahuan tampaknya menjadi napas utama keluarga ini.
Adik kandung Renaya, Dr. Ketut Sumedana, saat ini menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatra Selatan.
Namun, Renaya menegaskan bahwa seluruh pencapaian keluarga besarnya murni dibangun di atas fondasi pendidikan, kerja keras, dan kedisiplinan yang dirawat sejak muda.
Kini, selain mengurus portofolio profesionalnya yang padat, Renaya juga mendedikasikan waktu dan energinya untuk mengembangkan yayasan sosial di kampung halamannya di Buleleng.
Langkah ini diambil sebagai bentuk pengabdian nyata sekaligus upaya melestarikan seni dan kebudayaan Bali agar tetap ajek.
(Red)
Menjaga Konsistensi Politik dan Akademik, Dr. Nengah Renaya Emban Amanah Ketua Dewan Pakar Hanura Bali













