Targetberita.co.id Arma Jaya – Bengkulu Utara – Bengkulu, Langkah drastis diambil oleh Dahari, atau yang akrab disapa Itok, pemimpin Desa Air Merah, Kecamatan Arma Jaya.
Setelah sebelumnya meletakkan jabatan sebagai Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kecamatan Arma Jaya, kini ia resmi mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Kepala Desa Air Merah.
Pengunduran diri ganda ini dikonfirmasi per tanggal 20 April 2026 dan langsung memicu spekulasi di tengah masyarakat.
Pasalnya, hingga saat ini Dahari belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan di balik keputusannya melepas dua jabatan penting tersebut dalam waktu yang berdekatan.
Menunggu SK Bupati
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa surat pengunduran diri tersebut telah diserahkan langsung kepada Bupati Bengkulu Utara, Mian/Arie Septia Adinata.
Namun, secara administratif, proses pemberhentian tetap harus menunggu prosedur resmi pemerintah daerah.
Camat Arma Jaya, Sahmad, membenarkan kabar pengunduran diri tersebut.
Ia menjelaskan bahwa pihak kecamatan saat ini tengah menunggu penerbitan Surat Keputusan (SK) Pemberhentian dari Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara.
”Benar, yang bersangkutan sudah mengajukan pengunduran diri. Saat ini berkas sudah disampaikan ke kabupaten dan kita masih menunggu SK resminya turun. Mengenai alasan pastinya, saya tidak bisa menjelaskan secara detail,” ujar Sahmad pada Senin (20/4/2026).
Pelayanan Desa Diambil Alih Sekdes
Terkait kekosongan kepemimpinan, Sahmad menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada penunjukan Penjabat (Pj) Kepala Desa karena proses administrasi yang belum rampung.
Untuk memastikan roda pemerintahan desa tidak lumpuh, tugas administratif sementara dialihkan ke perangkat desa lainnya.
”Pelayanan pemerintahan desa harus tetap berjalan. Untuk sementara, koordinasi pelayanan dikoordinir oleh Sekretaris Desa (Sekdes) agar kebutuhan masyarakat tetap terlayani,” tambah Sahmad.
Teka-teki di Balik Pengunduran Diri
Keputusan Dahari mundur secara beruntun dari Ketua FKKD dan Kepala Desa dinilai banyak pihak sebagai hal yang tidak biasa.
Ketidakhadiran Dahari untuk memberikan klarifikasi hingga berita ini diturunkan semakin memperkuat tanda tanya publik mengenai adanya persoalan serius yang mungkin melatarbelakangi langkah tersebut.
Masyarakat kini berharap pemerintah kabupaten segera menerbitkan kepastian status kepemimpinan di Desa Air Merah agar stabilitas pemerintahan dan program pembangunan desa tidak terhambat.
(Johan SP)
Mundur dari Jabatan Kades Air Merah, Dahari “Itok” Tinggalkan Dua Posisi Strategis di Arma Jaya












