logo tb
BeritaDaerahKab. Serdang BedagaiNasionalNewsSumatera UtaraTerkini

Nelayan Sialang Buah Keluhkan Sulitnya Solar Subsidi, Diduga Banyak Jerigen Luar Daerah

77
×

Nelayan Sialang Buah Keluhkan Sulitnya Solar Subsidi, Diduga Banyak Jerigen Luar Daerah

Sebarkan artikel ini

‎Targetberita.co.id Serdang Bedagai – Sumatera Utara, Sejumlah nelayan kecil di Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), mengeluhkan sulitnya mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di SPBUN 18206028, Desa Sialang Buah.



‎Akibat kelangkaan ini, para nelayan setempat terpaksa membeli solar eceran dengan harga Rp. 8.000 per liter, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di SPBUN yang sebesar Rp. 6.800 per liter.

‎Keluhan tersebut mencuat seiring munculnya pertanyaan nelayan terkait mekanisme penggunaan barcode serta legalitas pengambilan solar dalam jumlah besar menggunakan jeriken di SPBUN tersebut.

‎”Kami nelayan di Teluk Mengkudu sangat sulit mendapatkan solar subsidi di SPBUN Desa Sialang Buah, padahal kami berdomisili di sini. Kalau memang harus pakai barcode, tolong buatkan barcode untuk kami. Saat mau melaut, kami terpaksa beli eceran dengan harga di atas HET,” ujar SLN (72), seorang nelayan asal Pekan Sialang Buah, Jumat (21/8/2026).

‎SLN juga mempertanyakan aktivitas pengisian solar menggunakan puluhan jeriken yang diduga dibawa oleh pihak dari luar Kecamatan Teluk Mengkudu.

‎”Banyak yang mengambil minyak berpuluh-puluh jeriken dari luar kecamatan. Apakah hal itu diperbolehkan?” katanya.

‎Berdasarkan pantauan awak media langsung di SPBUN 18206028 pada Kamis (20/8/2026), terlihat aktivitas pengisian solar subsidi ke dalam puluhan jeriken.

‎Di lokasi, tampak empat becak barang dan sebuah sepeda motor yang mengangkut hingga enam jeriken.

‎Orang-orang di lokasi tersebut mengaku sebagai nelayan yang berasal dari Pantai Cermin.

‎Selain itu, sebuah mobil Kijang juga terlihat mengangkut belasan jeriken setelah melakukan pengisian solar subsidi, lalu bergerak menuju ke arah Kecamatan Tanjung Beringin.

‎Melihat fakta di lapangan, para nelayan mendesak Pemerintah Kabupaten Sergai, khususnya Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, untuk melakukan pengecekan langsung.

‎Mereka meminta pihak dinas mencocokkan kebutuhan BBM dengan kapasitas mesin kapal para pemohon subsidi agar penyaluran tepat sasaran.

‎Selain pemerintah daerah, nelayan juga meminta Polres Sergai untuk memperketat pengawasan dan menindak tegas jika ditemukan pelanggaran hukum.

‎”Jangan sampai nanti aparat malah main mata dengan para pelansir dan pengusaha,” tegas SLN.

‎Di sisi lain, BSB, seorang warga asal Desa Kuala Lama, Kecamatan Pantai Cermin, mengaku bahwa aktivitas pengambilan solar yang dilakukannya telah memiliki izin resmi.

‎Ia mengantongi barcode yang berlaku selama satu bulan untuk mengambil solar subsidi di SPBUN Sialang Buah.

‎Menurutnya, kapal Seruai 1 dengan kapasitas mesin 30 GT miliknya mendapatkan alokasi resmi sebanyak 1.183 liter per bulan.

‎Menanggapi dugaan penyalahgunaan barcode dan distribusi jeriken tersebut, pemilik SPBUN Desa Sialang Buah, Sopar Sitorus, menegaskan bahwa seluruh penyaluran solar subsidi di tempatnya sudah sesuai dengan surat rekomendasi dan barcode yang sah.

‎Ia juga memastikan bahwa pasokan solar di SPBUN saat ini dalam kondisi aman.

‎”Stok minyak banyak dan nelayan kecil tetap kami berikan. Semua penyaluran sudah sesuai rekomendasi. Adapun terkait pengangkutan menggunakan mobil atau kendaraan lain, itu sudah di luar wewenang saya,” ujar Sopar Sitorus saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (21/8/2026) siang.

‎Meski demikian, masyarakat nelayan kecil tetap berharap adanya pemeriksaan dan verifikasi berkala dari pihak berwenang.

‎Langkah ini dinilai penting untuk memastikan seluruh distribusi BBM subsidi di SPBUN 18206028 benar-benar tepat sasaran dan memprioritaskan nelayan lokal.

‎(Roni P Purba)

PT. BULE ADVENTURE BADUY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PT. BULE ADVENTURE BADUY