Targetberita.co.id Bengkulu, Proyek penataan kawasan Danau Dendam Tak Sudah di Kota Bengkulu terus menunjukkan tren positif.

Hingga 12 September 2026, progres fisik pembangunan destinasi wisata unggulan ini dilaporkan telah menyentuh angka 31 persen.
Proyek strategis nasional ini ditargetkan mampu mentransformasi kawasan danau menjadi pusat pariwisata yang modern tanpa menghilangkan nilai alaminya.
Pembangunan ini dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp. 37.224.292.000.
Seluruh pengerjaan fisik dilakukan oleh kemitraan Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT Toleransi Aceh dan PT Bengkel Kreatif Utama, dengan masa kontrak kerja selama 225 hari kalender.
Perwakilan KSO PT Toleransi Aceh–PT Bengkel Kreatif Utama menegaskan bahwa seluruh tahapan konstruksi sejauh ini berjalan lancar dan sesuai dengan linimasa yang direncanakan.
“Pelaksanaan penataan Danau Dendam Tak Sudah berjalan melaju sesuai rencana. Saat ini progresnya sudah mendekati sepertiga jalan, dan kami berkomitmen penuh untuk menyelesaikan seluruh sisa pekerjaan tepat waktu sesuai dengan durasi 225 hari kalender yang disepakati,” ujarnya.
Demi menjaga akuntabilitas keuangan negara dan kualitas bangunan, proyek ini dikawal ketat oleh PT Asdatipapatiduta Harindo sebagai konsultan pengawas.
Pemantauan berkala dilakukan secara komprehensif di lapangan, mulai dari pengawasan mutu pelaksanaan, uji kualitas material, hingga memastikan kesesuaian fisik dengan spesifikasi teknis dalam dokumen kontrak.
Penataan ini diharapkan tidak hanya mempercantik estetika kawasan, tetapi juga mendongkrak daya tarik Danau Dendam Tak Sudah sebagai magnet baru pariwisata di Kota Bengkulu.
Selain memberikan kenyamanan lebih bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara, revitalisasi ini diproyeksikan mampu menghidupkan ekosistem ekonomi kreatif dan meningkatkan kesejahteraan warga di sekitar kawasan danau.
Selama proses konstruksi masih berlangsung, pihak pelaksana mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas area sekitar dan memberikan dukungan penuh agar ikon wisata kebanggaan Bengkulu ini dapat rampung dengan hasil yang optimal.
(M. Bronson Dasori)













