logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkini

‎Perkuat Ekonomi Rakyat, Menteri Wihaji Gandeng APKLI-P Wujudkan Keluarga Sejahtera

87
×

‎Perkuat Ekonomi Rakyat, Menteri Wihaji Gandeng APKLI-P Wujudkan Keluarga Sejahtera

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan (APKLI-P).



‎Langkah ini diambil untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sebagai fondasi utama kemajuan bangsa.

‎Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. H. Wihaji, menegaskan bahwa kementeriannya mengemban dua tugas utama: mengendalikan kependudukan dan mewujudkan keluarga yang bahagia serta sejahtera.

‎Menurutnya, visi Indonesia maju, adil, dan makmur harus dimulai dari unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga.

‎”Kami sangat berharap APKLI-P tetap berada di garda terdepan dalam pembangunan dan pemberdayaan ekonomi keluarga,” ujar Wihaji saat menerima audiensi panitia Musyawarah Nasional (Munas) Ke-6 APKLI-P di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

‎Wihaji, yang juga merupakan Ketua Umum MKGR, menambahkan bahwa saat ini tengah terjadi pergeseran peradaban (the new civilization).

‎Dalam situasi ini, ketahanan keluarga menjadi benteng utama keberadaban bangsa, di mana ketangguhan ekonomi menjadi sebuah keniscayaan.

‎Ia juga menyoroti peran sentral kaum ibu (emak-emak) sebagai motor penggerak ekonomi keluarga.

‎Sementara itu, Ketua Umum APKLI-P, dr. Ali Mahsun Atmo, M.Biomed., menyampaikan apresiasi tinggi atas keberpihakan Menteri Wihaji terhadap para pelaku ekonomi rakyat, khususnya pedagang kaki lima (PKL) dan UMKM.

‎Ali menyebut bahwa mayoritas pelaku usaha ini merupakan pilar penting dalam program pembangunan keluarga di bawah naungan Kemendukbangga/BKKBN.

‎Dalam pertemuan tersebut, Ali Mahsun juga menyampaikan perspektif historis mengenai kedekatan program keluarga berencana dengan dunia usaha mikro.

‎”Bahkan dari ‘dapur’ BKKBN RI inilah, melalui konsep yang menyerupai Grameen Bank, Muhammad Yunus dari Bangladesh terinspirasi hingga mendapatkan Hadiah Nobel pada tahun 1993,” ungkapnya.

‎Menutup audiensi, APKLI-P menyampaikan dua permohonan kepada Menteri Wihaji.

‎Pertama, kesediaan untuk memberikan pengarahan sekaligus menutup secara resmi Munas VI APKLI-P Tahun 2026 di Asrama Haji Jakarta.

‎Kedua, meluncurkan Agenda Besar Modal Usaha Produktif dan Pendampingan (MUPP) PKL UMKM Indonesia.Sinergi antara Kemendukbangga/BKKBN dan APKLI-P dinilai menjadi langkah krusial dalam mempersiapkan Indonesia menghadapi puncak bonus demografi tahun 2030 dan menyongsong Indonesia Emas tahun 2045.

‎Turut hadir mendampingi Menteri Wihaji dalam pertemuan tersebut Staf Khusus Mendukbangga, M. Shoim Haris. Sementara dari jajaran APKLI-P, Ketua Umum didampingi oleh Ketua Dewan Penasihat Nasional (Wanhatnas) Prof. Dr. Edi Slamet Irianto, Bendahara Umum Rien Mahkota Rosa, S.H., Dewan Pakar Dr. Handini Wulan, serta jajaran Wakil Ketua Umum dan Wakil Sekretaris Jenderal.

‎(Daniel Turangan)

PT. BULE ADVENTURE BADUY
Penulis: Daniel TuranganEditor: Niken

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PT. BULE ADVENTURE BADUY