logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkini

Ratusan PKL Pasar Nangka Bungur Akan Ditata

83
×

Ratusan PKL Pasar Nangka Bungur Akan Ditata

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, Rencana Pemerintah Kota Jakarta Pusat untuk melakukan penataan Pasar Nangka Bungur, Utan Panjang, Kemayoran.

Namun rencana Pemkot Jakpus ini ditanggapi dingin oleh para pedagang Pasar Nangka Bungur yang berjualan di atas trotoar.

Paket Edukasi

Muhammad Syaiful perwakilan pedagang mengatakan rencana penataan sudah dilakukan berkali kali, namun menurutnya tidak ada keseriusan dari pihak Perumda Pasa Jaya.

Pria yang akrab disapa Bang Mamat ini mengatakan, pada tahun 2016 awal mula penataan dilakukan.

Dimana awalnya pedagang dijanjikan gratis jualan di dalam kawasan Pasar Nangka Bungur.

Namun alih alih melakukan pengundian, kepala Pasar saat itu meminta warga melakukan pendaftaran ulang.

Dimana saat pendaftaran ulang calon pemilik kios dimintai uang.

“Saya mengetahui hal tersebut karena satu orang bisa menguasai tiga kios, sementara saya yang merupakan pedagang sejak tahun 1990an tidak mendapat kios,” ucap Bang Mamat, Rabu 2 September 2026 di kawasan Pasar Nangka.

Kemudian Kepala Pasar berganti dan kebijakan juga berganti. Dirinya pernah diminta untuk mengkoordinir para pedagang agar mau masuk ke dalam Pasar, namun Bang Mamat menolak, karena menurutnya sudah menjadi modus dimana Kepala Pasar memerah para pedagang, kemudian Kepala Pasar dipindahkan, sehingga uang yang sudah dikeluarkan melayang begitu saja.

“Kita pedagang Pasar Nangka Bungur ini pak Sudah Kenyang dibohongi sama Pihak Pasar Jaya dan Pemkot Jakarta Pusat,” keluh Bang Mamat

Meski demikian setelah berbincang dengan Lurah Utan Panjang dan Camat Kemayoran, dirinya mendukung penataan kawasan Pasar Nangka Bungur, dengan catatan harus ada Memorendum of Understanding (MoU). Hal ini diinginkan agar para pedagang tidak lagi dibohongi.

Lebih lanjut Bang Mamat mengatakan, pada prinsipnya para pedagang tidak keberatan dan siap dibina oleh pemerintah, asalkan tidak dirugikan atau ‘dibinasakan’.

“Intinya kita siap dibina, tapi jangan dibinasakan. Kalau dipindahkan, jangan merugikan pedagang,” tegas Bang Mamat saat ditemui di lokasi.

Terkait wacana memasukkan pedagang ke dalam area pasar atau kios penampungan, Bang Mamat menyangsikan hal tersebut.

Menurutnya, daya tampung kios yang ada tidak akan mampu mengakomodasi seluruh pedagang.

Ia menjelaskan bahwa pedagang resmi/asli dari pasar yang memilih jualan di luar pasar jumlahnya hanya sekitar 9 orang.

Sementara sebagian besar pedagang yang mencapai ratusan adalah warga lokal yang sebelumnya sempat tergeser atas kebijakan yang dibuat dan terpaksa kembali berjualan di area luar, tepatnya di atas trotoar.

(Agus)

PT. BULE ADVENTURE BADUY
PT. BULE ADVENTURE BADUY