logo tb
BeritaDaerahNasionalNewsSumatera SelatanTerkini

Refleksi Profil Tokoh Muhammadiyah: Prof Abid Djazuli Dorong Kader IMM Menjaga Nilai Perjuangan

58
×

Refleksi Profil Tokoh Muhammadiyah: Prof Abid Djazuli Dorong Kader IMM Menjaga Nilai Perjuangan

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Sumatera  Selatan, Nilai-nilai perjuangan para tokoh pendahulu Muhammadiyah dinilai harus terus dirawat dan dihidupkan oleh para kader muda di tengah dinamika zaman.

Meski zaman telah berubah dan strategi perjuangan terus berkembang, nilai dasar serta integritas kader tidak boleh luntur.

H. SARMILI, SH., MH.

Pesan fundamental tersebut disampaikan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., saat memberikan materi dalam kegiatan Darul Arqam Dasar (DAD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Teknik UM Palembang.

Acara pengkaderan tingkat awal ini berlangsung di SMA Muhammadiyah 8 Palembang pada Sabtu (3/10/2026).

Dalam pemaparannya yang bertajuk Profil Kader dan Nilai Perjuangan Tokoh Muhammadiyah, Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menyoroti tantangan generasi muda Islam masa kini.

Menurutnya, cara berjuang mahasiswa masa kini tentu sangat berbeda dibandingkan dengan generasi pendiri atau pimpinan terdahulu.

Namun, pergeseran zaman tersebut jangan sampai mengikis substansi pengabdian.

“Bentuk perjuangan boleh saja berubah mengikuti perkembangan zaman dan teknologi, tetapi nilai-nilai perjuangan dasar Muhammadiyah tidak boleh hilang,” ujarnya di hadapan puluhan peserta DAD IMM Fakultas Teknik Univrsitas Muhammadiyah Palembang.

Untuk menggembleng mental serta keikhlasan para kader muda, Prof. Dr. Abid Djazuli, S.E., M.M., menceritakan kembali rekam jejak perjuangan KH Abdul Rozak Fakhruddin atau yang akrab disapa Pak AR Fakhruddin.

Pak AR merupakan salah satu figur legendaris yang memimpin Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah selama 22 tahun, yakni pada periode 1968 hingga 1990.

Salah satu monumen sejarah yang sangat menginspirasi dari masa muda Pak AR adalah kisah perjalanan bersepeda yang legendaris.

Saat itu, Pak AR memimpin rombongan kepanduan Hizbul Wathan (HW) mengayuh sepeda menempuh jarak sekitar 1.300 kilometer, dari Ulak Paceh, Palembang, menuju Medan, Sumatera Utara.

Perjalanan epik melintasi belantara Sumatera tersebut ditempuh selama 20 hari penuh demi menghadiri Kongres Ke-28 Muhammadiyah.

Peristiwa tersebut menjadi bukti nyata betapa kuatnya komitmen, ketahanan fisik, dan keteguhan niat para kader terdahulu dalam membesarkan persyarikatan.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Whats-App-Image-2026-09-26-at-21-26-43