banner
BeritaMetropolitanNasionalNews

Rizal Ramli tokoh ekonom dan politisi, meninggal dunia

47
×

Rizal Ramli tokoh ekonom dan politisi, meninggal dunia

Sebarkan artikel ini

Target Berita.co.id Jakarta, Berita duka kembali mewarnai Republik Indonesia, pasalnya diawal tahun 2024 ini seoranh Tokoh ekonomi senior Rizal Ramli meninggal dunia. Rizal Ramli mengembuskan napas terakhirnya malam ini sekitar pukul 19.30 WIB di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, selasa (2/1/2024).

Rizal Ramli selama hidupnya dikenal sebagai ekonom senior sekaligus politisi. Sosoknya pun sudah sering bolak balik menjadi menteri.

Dilansir dari detikcom, seringkali Rizal Ramli melontarkan istilah jurus ‘rajawali ngepret’ ketika ingin membereskan suatu masalah, sehingga tak heran Rizal Ramli mendapat julukan ‘Rajawali Ngepret’ atau Raja Ngepret.

Dikutip dari situs resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, diketahui bahwa Rizal Ramli lahir di Padang, Sumatera Barat, pada tanggal 10 Desember 1954. Ia adalah seorang mantan tokoh pergerakan mahasiswa, ahli ekonomi dan politisi Indonesia, sementara pada tingkat internasional, Rizal Ramli pernah dipercaya sebagai anggota tim panel penasehat ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama beberapa tokoh ekonom dari berbagai negara lainnya.

Rizal Ramli yang hanya ingin fokus mengabdi pada negara dan bangsa Indonesia, pernah menolak jabatan internasional sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Economic & Social Commission of Asia and Pacific (ESCAP) yang ditawarkan PBB pada November 2013.

Sebagai yatim piatu, Rizal Ramli merintis jalan hidup dengan susah payah, mesti membiayai sendiri kuliahnya di Iinstitut Teknologi Bandung (ITB). Tekanan hidup itu justru mendekatkan dirinya dengan problematika masyarakat.

Tahun 1978, Rizal Ramli ikut dalam gerakan menentang pemilihan kembali Soeharto sebagai presiden. Kejadian itu membuat dirinya menjadi tahanan selama 18 bulan, usai lepas dari penjara, Rizal Ramli banyak meniti pendidikan di luar negeri, Ia memperoleh gelar doktor dari Boston University dan sejurus kemudian memutuskan pulang ke tanah air.

Rizal mendirikan Econit (1992), sebuah lembaga pengkajian ekonomi. Dari Econit inilah, Rizal menuai reputasinya. Ia banyak mengkritisi kebijakan pemerintah yang dirasakan tidak fair bagi masyarakat, Kiprahnya yang dekat dengan kaum oposisi, membuat Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengangkatnya menjadi kepala Bulog pada tahun 2000, Rizal hanya bertahan 6 bulan menduduki kursi itu, seterusnya ia diangkat menjadi menteri perekonomian.

Ambruknya, Gus Dur dari pemerintahan juga menjadi akhir karier Rizal di birokrasi. Selanjutnya ia kembali ke Econit. Kinerjanya yang tokcer dalam masa singkat di birokrasi, membuat pemerintah SBY meliriknya untuk menjadi preskom PT Semen Gresik di tahun 2006. Namun, posisi ini hanya digenggam selama 2 tahun.

Tahun 2008, Rizal dipecat yang disebabkan adanya bumbu rumor keterlibatannya dalam demo anti-kenaikan harga BBM yang diduga digerakkan Komite Bangkit Indonesia (KBI), dimana KBI adalah gerakan sosial yang didirikan Rizal Ramli bersama rekan-rekannya. Terkait demo-demo yang melibatkan KBI pula, Rizal Ramli juga sempat ditetapkan sebagai tersangka.

Terakhir kali dia menjadi menteri adalah saat dirinya diangkat Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya di tahun 2015 dan menjabat hingga tahun 2016.

(Ricky / Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *