Targetberita.co.id Jakarta, Gelombang protes disuarakan oleh masyarakat lokal di Kabupaten Subang, Jawa Barat, terkait kehadiran proyek pembangunan pabrik kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Warga setempat mengeluhkan minimnya penyerapan tenaga kerja dari desa-desa penyangga serta terbatasnya keterlibatan pengusaha lokal dalam rantai pasok pembangunan fasilitas industri skala besar tersebut.
Ketegangan ini memicu perhatian pemerintah pusat, mengingat kawasan industri Subang digadang-gadang sebagai salah satu sentra strategis pengembangan ekosistem hilirisasi manufaktur modern di koridor utara Jawa Barat.
Kesenjangan Sosial Kawasan Industri
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, memberikan respons tegas dengan mengingatkan seluruh pengembang kawasan industri dan investor perihal bahaya laten membangun fasilitas manufaktur tanpa memprioritaskan peningkatan sumber daya manusia (SDM) lokal.
Ia menekankan bahwa industrialisasi yang mengabaikan masyarakat sekitar hanya akan melahirkan kantong-kantong kecemburuan sosial, friksi horizontal, serta disparitas ekonomi yang tajam antara pekerja pendatang dengan penduduk asli.
Kawasan industri modern semestinya bertindak sebagai pengungkit kesejahteraan bersama, bukan menciptakan eksklusivitas ekonomi yang meminggirkan warga setempat.
Menjawab kesenjangan antara kualifikasi kebutuhan industri kendaraan listrik berbasis teknologi tinggi dan profil tenaga kerja lokal, Mentrans mendorong korporasi bersama pemerintah daerah untuk mempercepat penyelenggaraan pelatihan vokasi khusus.
Generasi muda di wilayah Subang perlu dibekali keahlian teknis perakitan mesin presisi, keselamatan kerja kelistrikan tegangan tinggi, hingga manajemen logistik modern melalui balai latihan kerja terpadu.
Melalui skema transfer teknologi dan sertifikasi resmi, angkatan kerja lokal diharapkan dapat memenuhi standar kualifikasi operasional pabrik berteknologi canggih secara berkelanjutan.
(Agus)














