Scroll untuk baca artikel
Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23
logo tb
BantenBeritaDaerahLebakNasionalNewsTerkini

‎Kolaborasi Yayasan At-Taubah 60 dan YBM PLN Kembangkan Eduwisata Kampung Landeuh, Warga Mulai Rasakan Dampak Ekonomi

23
×

‎Kolaborasi Yayasan At-Taubah 60 dan YBM PLN Kembangkan Eduwisata Kampung Landeuh, Warga Mulai Rasakan Dampak Ekonomi

Sebarkan artikel ini
https://targetberita.co.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-14-at-19.21.23.jpeg

Targetberita.co.id Lebak – Banten, Upaya transformasi Kampung Landeuh menjadi destinasi eduwisata unggulan mulai membuahkan hasil nyata.

‎Melalui kolaborasi strategis antara Yayasan At-Taubah 60, YBM PLN, dan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lebak, program pemberdayaan di Desa Bojongmenteng, Kecamatan Leuwidamar ini kini menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi warga setempat.

‎Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pemberdayaan kapasitas masyarakat melalui pengembangan berbagai produk UMKM.

‎Saat ini, Kampung Landeuh telah memproduksi komoditas unggulan seperti keripik gula aren, keripik talas, gula aren semut, hingga jahe gula aren.

Tak hanya kuliner, warga juga dibekali keterampilan memproduksi kerajinan anyaman bambu, gelang eco-print, tas koja, hingga usaha ternak madu trigona.

‎Salah satu bukti keberhasilan sinergi ini ditandai dengan pembagian hasil usaha homestay kepada 25 Kepala Keluarga (KK) penerima manfaat.

‎Fasilitas homestay yang sebelumnya dibangun oleh YBM PLN kini telah beroperasi secara komersial dan hasilnya disalurkan langsung kepada masyarakat.

‎Kepala Desa Bojongmenteng, Ajat Sudrajat, mengapresiasi langkah nyata para mitra pembangunan.

‎”Ini adalah bukti bahwa kolaborasi lintas sektor dapat memberikan dampak langsung pada kesejahteraan warga melalui pariwisata berbasis edukasi. Kami sangat bersyukur atas peningkatan ekonomi yang mulai dirasakan masyarakat,” ujarnya dalam kegiatan yang juga dihadiri oleh Ketua Yayasan At-Taubah 60, Bapak Ery, serta tim pendamping dari YBM PLN.

‎Selain bantuan modal dan infrastruktur, warga juga mendapatkan pembinaan berkelanjutan, mulai dari pelatihan pencatatan keuangan, pengurusan legalitas usaha, hingga manajemen operasional wisata.

‎Hal ini dilakukan agar ekosistem ekonomi di Kampung Landeuh dapat berjalan mandiri dan profesional.

‎Kebahagiaan terpancar dari salah satu warga penerima manfaat yang mengaku mendapatkan pengalaman baru dalam berwirausaha.

‎”Kami tidak pernah menyangka rumah dan kampung kami bisa menghasilkan uang dari usaha homestay. Harapannya, kunjungan wisatawan semakin ramai agar penghasilan kami terus meningkat,” ungkapnya.

‎Kedepannya, sinergi antara yayasan, lembaga zakat, pemerintah, dan warga ini diharapkan dapat menjadikan Kampung Landeuh sebagai model percontohan desa wisata berbasis pemberdayaan di Kabupaten Lebak maupun di tingkat nasional.

‎(Agus Bule)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *