logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkiniTNI / POLRI

Dua Kapal Selam Andalan TNI AL Punya Komandan Baru

81
×

Dua Kapal Selam Andalan TNI AL Punya Komandan Baru

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.if Jakarta, Rotasi kepemimpinan kembali bergulir di jajaran satuan elite TNI AL.

Dua kapal selam andalan bernaung di bawah Komando Armada (Koarmada) II, yakni KRI Nagapasa-403 dan KRI Alugoro-405, resmi berganti nakhoda.

Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23

Upacara serah terima jabatan (sertijab) ini dipimpin langsung oleh Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Koarmada II Kolonel Laut (P) Moh. Akbar, di Surabaya, Jawa Timur, Senin (6/4/2026).

Dalam prosesi tersebut, jabatan Komandan KRI Alugoro-405 berpindah tangan dari Letkol Laut (P) Asrul Arasad kepada Letkol Laut (P) Ardi Pradana.

Sementara itu, posisi yang ditinggalkan Letkol Ardi Pradana sebagai Komandan KRI Nagapasa-403, kini resmi diamanahkan kepada Letkol Laut (P) Fahmi Chandra Laksana.

Akbar menjelaskan, pergantian posisi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian penting dari penyegaran organisasi dan pembinaan personel.

“Serah terima jabatan ini adalah bagian dari dinamika organisasi untuk memastikan kesinambungan kepemimpinan di lingkungan TNI AL, khususnya di satuan kapal selam. Kita butuh regenerasi agar muncul semangat baru,” ucap Akbar, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Selasa (7/4/2026).

Ia juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi bagi para awak kapal selam.

“Tantangan tugas ke depan semakin kompleks. Prajurit harus terus meningkatkan profesionalisme lewat pelatihan dan penguasaan teknologi mutakhir demi menjaga kehormatan serta kedaulatan negara,” tambahnya.

Mengenal KRI Nagapasa-403 dan Alugoro-405

Sebagai bagian dari kapal selam kelas Improved Chang Bogo, kedua unsur ini memiliki spesifikasi teknis yang serupa namun dengan nilai historis yang berbeda bagi TNI AL.

KRI Nagapasa-403 merupakan kapal pertama di kelasnya yang dibangun di Korea Selatan oleh Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME).

Memiliki panjang 61,3 meter, kapal ini dibekali dengan sistem manajemen tempur terbaru yang memungkinkan deteksi target secara akurat di kedalaman laut.

Untuk urusan persenjataan, Nagapasa dilengkapi delapan tabung peluncur torpedo kaliber 533 milimeter dan memiliki kemampuan meluncurkan peluru kendali anti-kapal permukaan sebagai senjata utama dalam menjaga wilayah perairan.

Sementara itu, KRI Alugoro-405 hadir sebagai kapal ketiga yang mencatatkan sejarah penting bagi industri pertahanan nasional.

Alugoro adalah kapal selam pertama yang berhasil dirakit secara lokal oleh PT PAL Indonesia di Surabaya melalui skema transfer teknologi dengan pihak Korea Selatan.

Secara performa, kapal ini mampu melaju dengan kecepatan maksimal 21 knot saat berada di bawah air dan dapat beroperasi selama 50 hari berturut-turut.

Fokus utama pada desain Alugoro adalah tingkat kebisingan yang rendah (low noise), sebuah fitur krusial agar keberadaannya sulit diendus oleh sonar lawan saat menjalankan misi senyap.

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *