Targetberita.co.id Timika – Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) resmi memulai tahapan penyusunan dokumen perencanaan Kota Kapiraya, Distrik Mimika Barat Tengah.

Langkah strategis ini diawali dengan menggelar Seminar Pendahuluan Perencanaan Kota Kapiraya di Timika, Jumat (21/8/2026).
Penyusunan dokumen ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Johannes Rettob untuk mewujudkan visi “GERBANG EMAS” (Gerakan Kebangkitan Ekonomi Masyarakat Adil dan Sejahtera).
Melalui konsep “Membangun dari Kampung”, pemerintah fokus pada pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah pesisir dan pinggiran agar roda perekonomian tidak lagi berpusat di Kota Timika.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Mimika, Santi Sondang, S.IP., M.Si., membuka agenda tersebut sekaligus membacakan sambutan tertulis Bupati Mimika.
Dalam sambutannya, Bupati menekankan empat poin krusial:
1. Perencanaan Terintegrasi:
Mencegah pertumbuhan kawasan yang sporadis dan tidak teratur yang dapat mengancam kualitas lingkungan serta menurunkan efektivitas pelayanan publik.
2. Pemerataan Pembangunan:
Memastikan gerak pembangunan menjangkau kawasan pesisir pantai dan pegunungan sesuai visi daerah.
3. Optimalisasi Potensi Daerah:
Menyiapkan tata ruang Kapiraya sebagai simpul ekonomi baru yang mengintegrasikan sektor perikanan, perkebunan, pertambangan, dan hutan sagu.
4. Rekomendasi Adaptif:
Melahirkan regulasi teknis yang responsif terhadap karakteristik sosial-budaya lokal serta mampu memitigasi isu pertanahan.
Berdasarkan paparan tim ahli, usulan delineasi awal kawasan perencanaan Kota Kapiraya mencakup area seluas 3.283,20 hektar.
Secara geografis, wilayah ini didominasi pesisir pantai, jaringan sungai, rawa, serta hutan sagu yang luas.
Meski berada di pinggiran, Kapiraya telah memiliki modal konektivitas berupa satu unit bandara dan satu unit dermaga.
Sementara untuk layanan dasar, wilayah ini ditunjang oleh satu unit Puskesmas Pembantu (Pustu) dan SD Inpres Uta II Kapiraya.
Proses penyusunan dokumen perencanaan teknis ini dipercayakan kepada konsultan PT Ariana Adicipta dengan target rampung dalam waktu tiga bulan menggunakan alokasi APBD Kabupaten Mimika.
Melalui master plan yang komprehensif ini, pemerintah berharap dapat melahirkan acuan teknis yang matang untuk menarik investasi berkelanjutan di wilayah barat Mimika.
Sebagai informasi, sehari sebelumnya pada Kamis (20/8/2026), Dinas PUPR Mimika juga telah sukses menggelar seminar pendahuluan serupa untuk pematangan dokumen perencanaan Kota Potowaiburu guna mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah selatan Mimika.
(Red)













