Targetberita.co.id Pangkal Pinang – Kepulauan Bangka Belitung, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Kepulauan Bangka Belitung bergerak cepat mengatasi masalah kelebihan kapasitas (over kapasitas) di lembaga pemasyarakatan (lapas).
Langkah strategis yang diambil adalah merencanakan pembangunan dua lapas baru di Kabupaten Belitung Timur dan 1000 Bangka Selatan.
Kepala Kanwil Kemenkumham Babel, Ade Agustina, mengungkapkan bahwa saat ini jumlah warga binaan di seluruh lapas se-Bangka Belitung telah mencapai 3.069 orang, Senin (17/8/2026).
Angka ini melonjak tajam dari kapasitas ideal gabungan seluruh lapas yang hanya mampu menampung 1.376 orang.
”Saat ini tingkat over kapasitas di lapas kita sudah menyentuh angka 224 persen. Oleh karena itu, pembangunan lapas baru menjadi solusi krusial untuk mengurai kepadatan hunian warga binaan,” ujar Ade di Pangkalpinang.
Ia menambahkan, pihak Kanwil telah mengamankan lahan yang siap digunakan untuk proyek pembangunan fisik lapas di kedua kabupaten tersebut.
Guna mempercepat realisasi proyek, Ade berharap adanya sinergi dan dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat, khususnya Pemkab Bangka Selatan di Toboali dan Pemkab Belitung Timur.
Langkah Mitigasi dan Dukungan Pemprov
Sembari menunggu proses pembangunan berjalan, Kanwil Kemenkumham Babel menerapkan dua solusi jangka pendek untuk menjaga kondusivitas di dalam lapas:
• Optimalisasi Remisi: Mendampingi dan membina warga binaan agar terus mematuhi aturan penegakan disiplin demi memenuhi syarat pengurangan masa hukuman (remisi).
• Mutasi Warga Binaan: Memindahkan (menggeser) warga binaan dari lapas yang sudah sangat padat ke lapas yang masih memiliki ruang tampung.
Salah satu contohnya adalah memindahkan sebagian penghuni Lapas Tua Tunu Pangkalpinang ke Lapas Muntok di Bangka Barat.
Rencana pembangunan infrastruktur pemasyarakatan ini juga telah mendapat lampu hijau dari Pemerintah Provinsi. Ade menyatakan telah berkoordinasi langsung dengan Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung yang menyatakan komitmen penuhnya untuk mendukung penyelesaian masalah over kapasitas ini.
(Red)













