Targetberita.co.id Rangkasbitung – Lebak – Banten, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Kemasyarakatan Jaringan Pemberdayaan Warga Sejati (Ormas Jayagati) Banten menanggapi santai rumor yang beredar mengenai persaingan kursi Ketua Umum menjelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II.

Pihak internal menegaskan bahwa kondisi organisasi saat ini tetap solid dan kondusif.
Sesuai jadwal, Rakernas II akan diselenggarakan pada Minggu (1/10/2026), bertempat di Cihareno Caffe, Jatimulya, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPP Ormas Jayagati Banten, Amsar Japung, menilai spekulasi yang berkembang di luar lingkungan organisasi terlalu berlebihan dan tidak berdasar.
”Hingga saat ini, belum ada arahan khusus dari Ketua Umum mengenai rencana pergantian kepemimpinan. Informasi yang beredar di luar itu terlalu dibesar-besarkan,” ujar Amsar kepada awak media, Minggu (18/10/2026).
Amsar menjelaskan, berdasarkan hasil diskusi informal di tingkat pengurus inti, fokus utama Rakernas II adalah melakukan rekomposisi atau penyegaran struktur kepengurusan.
”Agenda Rakernas fokus pada perombakan beberapa pos kepengurusan. Analoginya seperti reshuffle kabinet dalam organisasi, yakni menyusun kembali formasi pengurus untuk mengoptimalkan kinerja dalam membantu Ketua Umum,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh jajaran Ormas Jayagati Banten memegang teguh komitmen untuk menghormati para sesepuh, khususnya Abah Iwir Gebek selaku pendiri sekaligus Ketua Umum saat ini.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Rakernas II, Achmad Syarif, membenarkan bahwa penataan ulang struktur DPP menjadi salah satu agenda krusial.
Kendati demikian, ia memastikan agenda tersebut tidak mencakup pergantian tampuk kepemimpinan tertinggi.
”Jika mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi, pergantian Ketua Umum hanya dapat dilakukan melalui mekanisme Kongres Luar Biasa (KLB). Terlebih lagi, masa jabatan Ketua Umum yang menjabat saat ini masih sah hingga tahun 2029,” terang Achmad Syarif.
Meski begitu, Syarif tidak menampik adanya dinamika internal berupa munculnya beberapa figur potensial yang mulai digadang-gadang oleh para kader.
Nama-nama seperti Ikwan (Bendahara Umum), Amsar (Wakil Ketua Umum), dan Apih Kuncung (Panglima) mencuat dalam bursa aspirasi.
”Munculnya nama-nama seperti Pak Ikwan, Waketum Amsar, hingga Panglima Apih Kuncung adalah bentuk dinamika organisasi yang sehat dan wajar.
Namun, seluruh kader saat ini tetap satu suara dan tegak lurus menunggu arahan dari Abah Iwir,” ungkapnya.
Menutup keterangannya, Syarif menegaskan bahwa seluruh elemen Jayagati Banten menaruh hormat yang mendalam atas dedikasi Abah Iwir dalam membesarkan organisasi.
”Apa pun keputusan organisasi ke depan, kami semua solid di bawah arahan beliau,” pungkasnya.
( Ikwan )













