logo tb
BeritaDaerahNasionalNewsTerkiniYogyakarta

Konsolidasi Ideologi GPM Kota Yogyakarta: Anggota DPR RI Totok Hedi Ajak Kader Jawab Persoalan Rakyat

62
×

Konsolidasi Ideologi GPM Kota Yogyakarta: Anggota DPR RI Totok Hedi Ajak Kader Jawab Persoalan Rakyat

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Yogyakarta, Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Totok Hedi, secara resmi membuka agenda penggemblengan dan konsolidasi ideologi bagi pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kota Yogyakarta.
‎
‎Pertemuan yang berlangsung di Bale Marhaen, Pengok, Yogyakarta, pada Kamis (22/10/2026), menjadi momentum penting dalam meneguhkan komitmen perjuangan Marhaenisme di tengah dinamika sosial-politik kontemporer.
‎
‎Agenda ini dihadiri oleh 35 pengurus DPC GPM Kota Yogyakarta di bawah pimpinan Jarot Kurniadi. Turut hadir mendampingi, Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga DPP GPM Antonius Fokki Ardiyanto, serta Wakil Ketua Bidang Hukum, HAM, dan Advokasi DPP GPM Edi Susanto.
‎
‎Dalam sambutannya, Ketua DPC GPM Kota Yogyakarta, Jarot Kurniadi, menyampaikan apresiasi atas kesediaan Totok Hedi berdialog langsung dengan para kader di daerah.
‎
‎Menurutnya, kehadiran tokoh nasional di tengah organisasi kepemudaan sangat krusial untuk memperluas cakrawala berpikir dan memperkuat basis ideologis kader agar tetap berorientasi pada kepentingan rakyat.
‎
‎Sementara itu, Antonius Fokki Ardiyanto mengulas historisitas GPM di Yogyakarta yang tidak terlepas dari dinamika perjuangan nasional.
‎
‎Ia menegaskan bahwa GPM harus bertransformasi melampaui formalitas struktur organisasi. GPM wajib hadir sebagai kawah candradimuka dalam membentuk kesadaran ideologis serta menjawab persoalan riil yang dihadapi masyarakat kecil.
‎
‎Pada sesi utama pembekalan, Totok Hedi mengajak seluruh pengurus untuk merefleksikan kembali sejarah lahirnya konsep Marhaen sekaligus mengontekstualisasikannya pada era modern.
‎
‎Ia mengingatkan bahwa Marhaenisme bukanlah romantisasi sejarah atau pemanis slogan politik, melainkan alat analisis yang tajam untuk membedah ketimpangan sosial dan ketidakadilan ekonomi.
‎
‎”Kader Marhaenis hari ini harus mampu mengidentifikasi siapa kaum Marhaen saat ini, memahami esensi persoalan mereka, dan secara tegas mengambil posisi untuk membela kepentingan tersebut,” ujar Totok Hedi dalam arahannya.
‎
‎Lebih lanjut, Totok menekankan bahwa jalan perjuangan organisasi menuntut konsistensi, pengorbanan, dan keteguhan hati.
‎
‎Passion dalam berorganisasi tidak boleh bersifat momentum, melainkan harus termanifestasi dalam kesetiaan mendampingi masyarakat, bahkan dalam situasi tersulit sekalipun.
‎
‎Keberpihakan pada rakyat harus menjadi indikator utama dalam menentukan arah dan pilihan politik, bukan didasari oleh motivasi pragmatis atau keuntungan material sesaat.
‎
‎Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap penguatan kelembagaan, pertemuan ini juga diwarnai aksi gotong royong melalui bantuan pengadaan seragam bagi pengurus DPC GPM Kota Yogyakarta oleh Totok Hedi.
‎
‎Langkah ini diharapkan mampu memperkuat identitas dan soliditas internal organisasi.
‎
‎Melalui konsolidasi ini, DPC GPM Kota Yogyakarta menegaskan kembali komitmennya untuk terus menghidupkan tradisi intelektual, pendidikan politik, serta kerja-kerja nyata di akar rumput.
‎
‎Bagi para kader, ukuran sejati seorang Marhaenis bukanlah kelantangan retorika, melainkan konsistensi tindakan dalam berjuang bersama rakyat.
‎
‎(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Whats-App-Image-2026-09-26-at-21-26-43