Targetberita.co.id Jakarta, Dewan Pimpinan Pusat Generasi Anti Narkoba dan Narkotika (DPP GANN) mendesak Mabes Polri dan Polda Metro Jaya untuk segera turun tangan memberantas dugaan narkoba yang merajalela di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Desakan ini mencuat setelah sebuah rekaman video yang memperlihatkan aktivitas transaksi sabu-sabu di kawasan padat penduduk viral di media sosial dan memicu keresahan publik.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, aktivitas haram tersebut diduga kuat berlokasi di pemukiman padat sekitar pinggir rel kereta api wilayah Gedung Ijo (GI), yang memotong Jalan Jati Baru Raya dan Jalan K.H. Mas Mansyur, Tanah Abang.
Dalam video tersebut, terlihat sejumlah orang melakukan transaksi dengan pola yang sangat terorganisir.
Para pelaku datang bergantian, berinteraksi singkat, lalu pergi setelah menyerahkan barang berukuran kecil secara sembunyi-sembunyi.
Kondisi lingkungan yang dipenuhi bangunan semi-permanen di atas aset PT Kereta Api Indonesia (KAI) diduga sengaja dimanfaatkan pelaku karena minimnya pengawasan aparat.
Ketua Umum DPP GANN, Jefrin, menegaskan bahwa kawasan tersebut sudah lama menjadi zona merah peredaran narkotika.
Bahkan, warga setempat melaporkan adanya insiden fatal pada rentang Desember 2025 hingga Januari 2026, di mana seorang pria yang diduga terkait dengan jaringan narkoba tewas tertabrak kereta api di lokasi tersebut.
”Kami mendesak Mabes Polri untuk segera mengobrak-abrik peredaran narkoba di Tanah Abang. Ibu kota harus disterilkan dari barang haram ini. Jika Aparat Penegak Hukum (APH) tetap diam dan tidak ada tindakan nyata, kami dari DPP GANN bersama masyarakat akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Mabes Polri,” ujar Jefrin dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026).
Selain menuntut pemberantasan bandar narkoba, GANN juga meminta Kapolri Jenderal Polisi dan Kapolda Metro Jaya untuk mengevaluasi total kinerja jajaran Polres Metro Jakarta Pusat.
”Kami meminta mengevaluasi kinerja Kapolres Jakarta Pusat serta Kasat Narkoba-nya. Kami menilai ada pembiaraan yang terstruktur terhadap peredaran narkoba di wilayah hukum Jakarta Pusat, khususnya di titik-titik rawan seperti Tanah Abang,” tegas Jefrin.
Hingga rilis ini dikeluarkan, pihak kepolisian belum memberikan klarifikasi resmi maupun pernyataan terkait kebenaran video viral tersebut.
GANN menilai penyelidikan mendalam dan tindakan tegas di lapangan sangat krusial guna memutus mata rantai peredaran narkoba demi menyelamatkan generasi muda di wilayah DKI Jakarta.
(Daniel Turangan)












