logo tb
BeritaDaerahNasionalNewsTerkiniYogyakarta

Melintasi Sekat Multipartai: Gerakan Pemuda Marhaenis Dorong Distribusi Kader di Berbagai Lini Politik

142
×

Melintasi Sekat Multipartai: Gerakan Pemuda Marhaenis Dorong Distribusi Kader di Berbagai Lini Politik

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Yogyakarta, Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) menegaskan komitmennya untuk mengawal ideologi Marhaenisme di tengah dinamisnya sistem politik multipartai di Indonesia.
‎
‎Dalam momentum Konferensi Daerah (Konferda) II DPD GPM Provinsi D.I. Yogyakarta, organisasi pemuda ini menekankan pentingnya distribusi kader ke berbagai lini strategis bangsa demi mewujudkan kebijakan publik yang berpihak pada rakyat kecil.
‎
‎Sekretaris Jenderal DPP GPM, Putra Naibaho, dalam pidato politiknya menyampaikan bahwa kader Marhaenis tidak boleh terjebak eksklusivisme atau hanya terpaku pada satu partai politik saja.
‎
‎Menghadapi realitas demokrasi Indonesia yang melibatkan beragam kekuatan politik, perjuangan ideologis harus dilakukan secara inklusif dan tersebar di berbagai wadah.
‎
‎”Kader Marhaenis harus mampu hadir dan berkiprah di berbagai kolam politik tanpa kehilangan jati diri ideologisnya. Marhaenisme tidak boleh mandek sebagai warisan sejarah atau sekadar identitas organisasi. Nilai-nilai ini harus bekerja secara nyata di dalam kekuasaan dan kebijakan negara,” ujar Putra Naibaho dalam pembukaan Konferda, Senin (19/10/2026).
‎
‎Putra menambahkan, tujuan dari diaspora kader ini bukan sekadar memperbanyak kuantitas di panggung politik, melainkan untuk memastikan substansi Marhaenisme, seperti keadilan sosial, kemandirian ekonomi, dan perlindungan terhadap kaum marhaen menjadi warna dominan dalam setiap produk undang-undang dan kebijakan pemerintah.
‎
‎Langkah strategis ini dinilai sebagai respons objektif atas sistem kepartaian Indonesia.
‎
‎Dengan menduduki posisi strategis di lembaga legislatif, eksekutif, hingga dunia akademis, kader diharapkan mampu melintasi sekat-sekat partai untuk memperjuangkan kemakmuran rakyat banyak.
‎
‎Kendati demikian, DPP GPM mengingatkan bahwa perluasan ruang politik ini menuntut tanggung jawab moral yang besar.
‎
‎Perbedaan kendaraan politik tidak boleh mengaburkan kesamaan cita-cita perjuangan.
‎
‎Oleh karena itu, penguatan ideologi menjadi benteng utama agar kader terhindar dari pragmatisme politik sesaat.
‎Senada dengan visi tersebut, Dewan Penasehat DPP GPM yang juga putra biologis dan ideologis Bung Karno, Totok Sukarnoputra, memberikan restu penuh terhadap arah pergerakan organisasi saat ini.
‎
‎Ia berpesan agar segenap elemen organisasi fokus merawat kaderisasi dan memperkuat komitmen ideologis di mana pun mereka mengabdi.
‎
‎”Jangan hanya membangun satu tempat dan berharap seluruh kader berada di dalamnya. Sebarkan kader ke berbagai partai politik, rawat ideologinya, dan kuatkan integritasnya. Pastikan di mana pun mereka berada, keberpihakan kepada kaum Marhaen tetap menjadi kompas perjuangan mereka,” tegas Totok.
‎
‎Melalui Konferda II DIY ini, GPM memantapkan langkah untuk terus membangun dua kekuatan utama secara simultan: kekuatan ideologis sebagai landasan moral, dan kekuatan politik sebagai instrumen taktis untuk mewujudkan masyarakat yang adil, mandiri, dan sejahtera.
‎
‎(Red)

Whats-App-Image-2026-09-26-at-21-26-43