Targetberita.co.id Tapanuli Utara – Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah merampungkan mayoritas pembangunan fisik pascabencana hidrometeorologi.
Dari total 17 kegiatan pemulihan berupa pembangunan dyk penahan tanah dan jaringan irigasi di empat kecamatan, sebanyak 15 kegiatan telah selesai 100 persen dan sudah dimanfaatkan oleh masyarakat.
Laporan hasil pemantauan lapangan tersebut disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tapanuli Utara, Tohom Silaban, kepada Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., pada Senin (14/9/2026).
Pembangunan infrastruktur penanganan dampak bencana yang terjadi pada 25 November 2025 tersebut difokuskan pada empat wilayah terdampak, yakni Kecamatan Siatasbarita, Adiankoting, Pahae Julu, dan Pahae Jae.
Berdasarkan hasil pemantauan tim BPBD pada Senin (14/9/2026), dua kegiatan fisik sisanya saat ini telah memasuki tahap penyelesaian akhir dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
Pembangunan dyk penahan tanah dan perbaikan irigasi ini merupakan langkah prioritas Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk memulihkan pasokan air ke lahan pertanian warga sekaligus mengantisipasi potensi tanah longsor di titik-titik rawan bencana.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus berkomitmen mengawal percepatan pembangunan pemulihan infrastruktur publik agar aktivitas ekonomi, mobilitas, serta sektor pertanian masyarakat pascabencana dapat kembali berjalan normal dan optimal.
(Fulkan Tampubolon)














