logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkini

Putra Naibaho Sekretaris Jenderal DPP GPM: Totok Soekarnoputra, Trah Bung Karno yang Menjadi Harapan Baru Kader Marhaenis

107
×

Putra Naibaho Sekretaris Jenderal DPP GPM: Totok Soekarnoputra, Trah Bung Karno yang Menjadi Harapan Baru Kader Marhaenis

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, Terpilihnya Putra Naibaho sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Marhaenis (DPP GPM) membawa semangat baru bagi kader-kader muda Marhaenis di berbagai daerah.

‎Kepercayaan besar ini tidak terlepas dari peran Totok Suryawan Soekarnoputra. Salah satu trah Bung Karno tersebut selama ini menjadi inspirator, guru, sekaligus teman seperjuangan bagi Putra.

‎Bagi banyak kader Marhaenis, Totok Soekarnoputra merupakan figur yang mampu menjembatani warisan pemikiran dan nilai-nilai perjuangan Bung Karno dengan tantangan kebangsaan masa kini.

‎Pengalamannya dalam berbagai aktivitas sosial, politik, dan kebangsaan menjadikannya sosok yang dihormati sekaligus dekat dengan kader di akar rumput.

‎Karakter kepemimpinannya yang terbuka, sederhana, dan komunikatif membuat dirinya diterima oleh berbagai kalangan.

‎Dalam berbagai kesempatan, Totok konsisten mendorong penguatan ideologi Marhaenisme sebagai landasan perjuangan untuk mewujudkan keadilan sosial, kemandirian bangsa, dan keberpihakan kepada rakyat kecil.

‎Komitmen tersebut menjadi alasan kuat mengapa banyak kader menaruh harapan besar terhadap kiprahnya sebagai Dewan Penasehat DPP GPM Periode 2026–2030.

‎”Saya sangat terinspirasi oleh cara beliau menjalani kehidupan. Meskipun lahir dari trah Bung Karno, beliau tidak menunjukkan sikap elitis, melainkan hidup sederhana layaknya rakyat biasa. Bahkan dalam persiapan Kongres XI GPM, beliau secara langsung mendampingi saya mengantarkan proposal dan berbagai surat ke kantor-kantor pemerintah di Jakarta.

‎Saya merasa terharu melihat bagaimana beliau membaur dan berjuang bersama kader. Di sela-sela perjuangan itu, banyak gagasan dan pandangan beliau yang mampu membangkitkan semangat perjuangan serta memperkuat kecintaan saya terhadap nilai-nilai kebangsaan,” tutur Putra Naibaho di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).

‎Ia menambahkan bahwa selain dikenal sebagai sosok inspiratif, Totok Soekarnoputra juga dipandang sebagai guru yang selalu memberikan ruang pembelajaran kepada generasi muda.

‎Melalui berbagai forum diskusi, pendidikan kader, dan kegiatan kebangsaan, ia aktif menanamkan pentingnya menjaga persatuan nasional, memperkuat semangat gotong royong, serta membangun kesadaran politik yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

‎Kedekatannya dengan kader membuat Totok tidak hanya dihormati sebagai tokoh, tetapi juga dianggap sebagai teman seperjuangan yang memahami dinamika generasi muda saat ini.

‎Ia kerap menegaskan bahwa perjuangan Marhaenisme harus diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari penguatan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan masyarakat, hingga keterlibatan aktif dalam menjaga demokrasi dan kedaulatan bangsa.

‎Putra mengenang momen menjelang Kongres XI GPM ketika dirinya hampir tidak dapat menghadiri acara tersebut.

‎Pada saat krusial itu, Totok Soekarnoputra terus memberikan dukungan dan wejangan yang membakar semangatnya untuk hadir demi persatuan kader GPM se-Indonesia.

‎Tak disangka, kehadiran Putra di Kongres XI GPM justru mendapat sambutan hangat hingga ia menjadi salah satu calon Ketua Umum terkuat yang disuarakan oleh para peserta kongres.

‎”Beliau terus menghubungi saya dan memberikan nasihat yang membangkitkan keyakinan untuk tetap hadir dan berjuang bersama kader-kader GPM dari seluruh Indonesia. Dukungan beliau menjadi salah satu energi besar yang menguatkan langkah saya sampai akhirnya terpilih secara Musyawarah Mufakat menjadi Sekretaris Jenderal DPP GPM,” tambahnya.

‎Dengan bekal pengalaman, komitmen ideologis, serta kedekatan emosional dengan kader, Totok Soekarnoputra kini dipandang sebagai harapan baru bagi keluarga besar Gerakan Pemuda Marhaenis.

‎Kader Marhaenis optimistis bahwa nilai-nilai perjuangan Bung Karno akan terus hidup, relevan, dan menjadi kekuatan dalam menjawab berbagai tantangan bangsa di masa depan.

‎Semangat Marhaenisme yang diwariskan Bung Karno diyakini akan terus berkembang melalui kaderisasi yang kuat, kepemimpinan yang berpihak kepada rakyat, serta komitmen bersama untuk menjaga cita-cita keadilan sosial dan kedaulatan bangsa Indonesia.

‎(Daniel Turangan)

PT. BULE ADVENTURE BADUY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PT. BULE ADVENTURE BADUY