Scroll untuk baca artikel
Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23
logo tb
BeritaDaerahGowaNasionalNewsSulselTerkini

‎Pertegas Pelestarian Tradisi, Putra Mahkota Kerajaan Gowa Sambangi Sanggar Bela Diri Toddopuli

77
×

‎Pertegas Pelestarian Tradisi, Putra Mahkota Kerajaan Gowa Sambangi Sanggar Bela Diri Toddopuli

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Gowa -Sulawesi Selatan, Dalam upaya memperkuat akar budaya dan semangat pelestarian tradisi, Putra Mahkota Kerajaan Gowa, Andi Muhammad Imam Daeng Situju, melakukan kunjungan resmi ke Sanggar Seni Bela Diri Toddopuli pada Sabtu (4/4/2026).

‎Kehadiran beliau menjadi simbol dukungan nyata pihak kerajaan terhadap eksistensi seni bela diri tradisional di tengah arus modernisasi.

‎Sanggar Toddopuli dikenal sebagai pusat pelestarian Pamanca, seni bela diri khas Sulawesi Selatan yang memadukan ketangkasan fisik dengan filosofi luhur.

‎Bagi masyarakat setempat, Pamanca bukan sekadar teknik bertarung, melainkan representasi dari kehormatan, kedisiplinan, dan jati diri bangsa.

‎Dalam kunjungan tersebut, Putra Mahkota didampingi oleh jajaran perangkat adat, di antaranya Andi Hasanuddin Patta Tutu (Karaengta Pa’bundukang), H. Nyampa (Anrong Guru Moncobalang), Gallarrang Saumata, Punggawa Kunjung Mange, Rumpun Keluarga Karaeng Katinting, Andi Erwin Suppa, serta perwakilan Lembaga Pakarena Pusaka Leluhur Nusantara.

‎” Kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga dan merawat warisan leluhur. Di dalam setiap gerakan Pamanca, terkandung nilai-nilai yang membentuk karakter dan jati diri kita, ” ujar Andi Muhammad Imam Daeng Situju dalam sambutannya yang penuh hangat.

‎Beliau juga memberikan apresiasi tinggi kepada para pelatih dan generasi muda di Sanggar Toddopuli atas dedikasi mereka menjaga identitas lokal.

‎Acara tersebut turut dimeriahkan dengan demonstrasi gerakan Pamanca yang menampilkan perpaduan keindahan estetika dan kekuatan filosofis, yang memukau seluruh tamu undangan.

‎Melalui kunjungan ini, diharapkan Sanggar Seni Bela Diri Toddopuli terus konsisten menjadi garda terdepan dalam menjaga warisan budaya Sulawesi Selatan agar tetap relevan dan dikenal luas oleh generasi mendatang sebagai bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Indonesia.

‎(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *